JawaPos.com - Real Madrid nyaris tersungkur saat bertandang ke markas Elche, tapi gol terakhir yang kontroversial berhasil menyelamatkan satu poin untuk Los Blancos.
Tim tamu sebenarnya sempat tertinggal dan berada di bawah tekanan serius, karena gaya menyerang dan pressing Elche membuat laga ini lebih menegangkan dari yang diperkirakan.
Melansir situs resmi Real Madrid, usai laga, Xabi Alonso tampil tenang tapi tegas saat menjawab pertanyaan soal hasil buruk timnya.
"Begitulah sepak bola. Setelah performa yang bagus, kami sekarang mendapatkan hasil yang tidak sesuai harapan. Tapi kami tetap tahu apa yang kami inginkan. Kami harus terus maju,” jelas Alonso.
Alonso menegaskan bahwa kekalahan poin bukan akhir dunia, tapi harus jadi bahan evaluasi.
"Kami tidak bahagia karena kami tahu betul bahwa kami selalu ingin menang, dan jika tidak, kami tidak bisa bahagia. Masih banyak pertandingan tersisa sebelum akhir tahun, dan kami harus mulai memikirkan pertandingan berikutnya dengan menganalisis apa yang telah kami lakukan hari ini,” ungkapnya.
Meski hanya mampu menghindarkan timnya dari kekalahan, sang manajer memuji semangat juang timnya. Terlebih di tengah banyaknya kritik media yang ditujukan padanya dan beberapa pemain bintangnya.
Baca Juga: Real Madrid Siapkan Gugatan Besar ke UEFA: Drama Super League Memanas Lagi
Alonso kemudian menyebut semua kritik media sebagai ‘kebisingan’ dan menekankan pentingnya beradaptasi dalam tekanan tinggi.
"Ini Real Madrid, dan setiap hasil yang tidak menguntungkan mengundang kritik, yang harus kami terima. Kami ingin berkembang. Tim ini pantang menyerah,” jelas Alonso.
Tidak Ada Keretakan di Ruang Ganti
Soal rumor keretakan dengan pemain senior, Alonso menegaskan hubungan di ruang ganti justru makin solid.
"Hubungan kami semakin erat karena kami punya lebih banyak waktu, lebih banyak berinteraksi, dan semakin mengenal satu sama lain. Kami semua berada di perahu yang sama, semua orang bersama menuju arah yang sama,” ungkap Alonso.
Alonso juga menambahkan bahwa para pemain, merayakan kemenangan dan meratapi hasil buruk sebagai sebuah tim. Ia sepenuhnya membantah isu ketidakharmonisan ruang ganti yang mencoba memecah belah timnya.
Eksperimen dengan Formasi Baru
Ada yang aneh di laga Elche vs Real Madrid tadi malam. Xabi Alonso mencoba menerapkan formasi baru yang membuat banyak pihak bertanya-tanya soal apa yang barusan dilakukan pelatih asal Basque tersebut.
Pada malam itu, Fran Garcia tampil jadi starter lawan Elche, sementara Alvaro Carreras ditempatkan sebagai bek kiri dan Garcia sebagai gelandang interior kiri.
Meski hal ini sepenuhnya baru, Alonso menjelaskan perubahan taktik yang diusungnya.
"Dia (Fran Garcia) sudah sering bermain di posisi itu. Kami punya pemain yang pernah ke sini dan punya lebih banyak waktu latihan. Kami punya pemain di bangku cadangan yang bisa berperan penting dalam membawa kesegaran,” jelasnya.
“Kami mencoba melebarkan kedua sayap, melakukannya dengan sedikit berbeda. Lalu, di babak kedua, Vini juga masuk untuk memberi kami ruang."
Gol telat Dean Huijsen menyamakan skor menjadi 2-2, tapi Elche sempat unggul lagi enam menit kemudian. Mengenai ini, Alonso memberi tanggapan singkat.
"Sayang sekali setelah menyamakan kedudukan 1-1, kami kebobolan; kami tertinggal 2-1 ketika saatnya untuk bangkit. Skor 2-1 itu memang menyakitkan, tetapi meskipun begitu, kami terus berjuang,” ungkap Alonso.
“Kami menyamakan kedudukan 2-2 dan punya peluang bagus lainnya untuk bangkit. Saya rasa saat kedudukan 1-1, kami seharusnya langsung menekan pertahanan lawan dan tidak kebobolan di detik itu."
Selain formasi yang sepenuhnya baru, Xabi Alonso juga membuat keputusan kontroversi lainnya. Yakni dengan mencadangkan Vinicius yang belakangan ini berkonflik dengan dirinya.
Mengenai itu, Alonso juga buka-bukaan soal keputusan mencadangkan Vinicius Jr.
"Kami sudah membicarakannya, seperti yang sering kami lakukan. Dia mengerti. Dia tahu peran dan dampak yang bisa dia berikan. Kami pernah melakukannya sebelumnya, seperti saat melawan Getafe,” jelasnya.
“Dia masih terhubung. Hari ini kami tidak sebahagia yang kami harapkan, tetapi semua orang bersemangat dan ingin kembali meraih hasil dan dinamika yang baik.”
Dengan hasil kurang memuaskan yang diraih Real Madrid, Barcelona kian mengejar dengan hanya selisih 1 poin. Meski begitu Xabi Alonso berjanji melakukan evaluasi untuk memperbaiki performa timnya agar mampu tampil lebih konsisten ke depannya.