← Beranda

Raphael Varane Kenang Masa-Masa Bermain untuk Real Madrid

M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 22 November 2025 | 06.40 WIB
Raphael Varane. (ig @raphaelvarane)

JawaPos.com - Raphael Varane mungkin telah pensiun dari dunia sepakbola profesional karena masalah kesehatan. Namun, satu hal yang tidak pernah ia lupakan adalah masa-masa ketika masih berseragam Real Madrid.

Ia bergabung dengan Los Blancos saat remaja pada tahun 2011. Sejak saat itu, Varane menjadi bagian penting dari klub ibu kota Spanyol tersebut selama satu dekade dan meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk gelar paling dinanti, yakni La Decima atau trofi Liga Champions ke-10.

Dalam wawancara baru-baru ini, pria berusia 32 tahun itu berterus terang tentang cerita, keputusan, dan sosok-sosok yang membentuk perjalanan kariernya.

Momen Pertama: Telepon dari Zidane

Melansir Madrid Universal, Varane memulai dengan mengenang saat pertama kali mengetahui Real Madrid tertarik merekrutnya. Ia menggambarkan hari yang awalnya tenang sebelum semuanya berubah drastis.

“Saya sedang belajar di rumah ibu saya. Rasanya saat itu Jumat sore. Telepon berdering. Waktu itu telepon memang sering berdering, jadi saya tidak memperhatikan siapa yang bicara. Saya pikir, ‘Orang biasa saja.’ Dan tiba-tiba saya mengenali (suara) Zidane,” ungkap Varane.

Kejutan itu membuatnya gelagapan. Varane mengakui tidak pernah bisa melupakan momen tersebut.

“Sejujurnya, saya takut, dan saya bilang kita bisa bicara lain kali karena saya sangat sibuk (tertawa). Seperti biasa, dia menjawab dengan elegan, ‘Ya, ya, tentu saja,’” tambahnya.

Masih tertegun, Varane segera berlari untuk menceritakan apa yang terjadi kepada keluarganya.

“Saya berlari ke kamar kakak laki-laki saya dan berkata, ‘Kamu tidak akan percaya apa yang terjadi!’,” ungkapnya.

Bertemu Jose Mourinho

Varane juga membahas betapa pentingnya berbicara langsung dengan Jose Mourinho sebelum menandatangani kontrak bersama Real Madrid. Ia ingin memastikan bahwa dirinya akan mendapatkan menit bermain yang dibutuhkannya.

“Tidak lewat telepon. Sebelum menandatangani, saya pergi ke Madrid dan berbicara langsung dengannya. Saya perlu tahu apakah dia benar-benar menginginkanku,” jelas bek yang juga pernah bermain untuk Manchester United.

Percakapan itu meninggalkan kesan mendalam. Menurut Varane, Mourinho adalah sosok dengan wibawa yang luar biasa.

“Mourinho memiliki karisma yang luar biasa. Saya pulang dengan berpikir, ‘Saya akan melakukan apa pun untuknya.’,” ungkapnya.

Meski tawaran Real Madrid sangat menggoda, Varane mengakui bahwa klub besar lainnya juga tertarik.

“Banyak, sebenarnya. Bahkan Alex Ferguson datang mengunjungi saya di rumah," jelasnya.

Namun pada akhirnya, keputusannya jelas dan mudah.

“Ketika Real Madrid memanggilmu, dunia terasa berhenti. Tak ada yang lain," katanya.

Duet Legendaris dengan Sergio Ramos

Berbicara tentang kemitraan ikoniknya dengan Sergio Ramos, Varane menggambarkan betapa naturalnya kerja sama mereka terbentuk.

“Kami saling melengkapi dengan sempurna. Dia suka membawa bola ke depan, dan saya suka melindunginya," katanya.

Ia juga menjelaskan apa yang ia kagumi dari sang kapten.

“Semangatnya. Ia memiliki kemampuan untuk menginspirasi semua orang. Ia tidak banyak bicara. Dia adalah seorang pemimpin berkat semangat dan kompetitifnya. Dia bagaikan seorang jenderal yang terjun ke medan perang, seseorang yang harus diikuti,” kenang Varane soal sosok Ramos.

Varane kini memang telah memilih gantung sepatu. Namun, warisan dan kontribusinya untuk Real Madrid tidak akan pernah terlupakan. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah