← Beranda

11 Kiper Timnas Inggris Paling Melegenda di Sejarah Sepak Bola Dunia

Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 13 November 2025 | 22.24 WIB
Gordon Banks jadi salah satu kiper paling melegenda di Timnas Inggris sepanjang sejarah. (Stoke City)

JawaPos.com — Inggris dikenal sebagai negara yang melahirkan banyak penjaga gawang kelas dunia. Dari Gordon Banks hingga Jordan Pickford, deretan kiper legendaris ini bukan sekadar pengawal gawang, tapi simbol ketangguhan di lapangan hijau.

Selama puluhan tahun, The Three Lions selalu punya stok kiper berkualitas yang membuat pelatih kerap pusing menentukan siapa yang layak jadi nomor satu.

Setiap era melahirkan bintang baru di bawah mistar, dengan gaya dan karakter berbeda namun satu tujuan: menjaga kehormatan Inggris di kancah dunia.

Gordon Banks

Gordon Banks menempati posisi teratas sebagai kiper terbaik dalam sejarah Inggris. Ia dikenal sebagai sosok yang konsisten, tangguh, dan punya insting luar biasa dalam membaca arah bola.

Meski tak banyak meraih trofi di level klub, Banks mengukir sejarah abadi dengan membawa Inggris juara Piala Dunia 1966.

Ia juga menciptakan “Save of the Century” saat menepis sundulan maut Pele di Piala Dunia 1970, momen yang menegaskan statusnya sebagai legenda sejati.

Peter Shilton

Di urutan kedua ada Peter Shilton, kiper dengan caps terbanyak sepanjang sejarah timnas Inggris. Shilton dikenal tenang, cerdas, dan selalu tampil stabil di laga-laga penting.

Selama karier panjangnya, Shilton berperan besar dalam kejayaan Nottingham Forest, termasuk dua gelar Piala Eropa pada 1979 dan 1980.

Dengan 125 caps dan rekor tak tergoyahkan, Shilton pantas disebut salah satu ikon abadi sepak bola Inggris.

Jordan Pickford

Jordan Pickford menempati posisi ketiga berkat kiprahnya sebagai kiper utama Inggris dalam empat turnamen besar berturut-turut. Meski kerap dikritik, performanya justru meningkat saat membela timnas, terutama di momen krusial.

Pickford jadi tembok kokoh di Euro 2020 dan Piala Dunia 2022, membuat banyak orang mengakui konsistensinya.

Di tengah situasi Everton yang sering terpuruk, Pickford tetap menunjukkan loyalitas dan profesionalisme tinggi yang membuatnya dihormati publik Inggris.

David Seaman

David Seaman berada di posisi keempat dengan reputasi besar di Arsenal pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Ia dikenal berkat refleks cepat, posisi sempurna, dan ketenangan luar biasa saat menghadapi tekanan.

Selama kariernya, Seaman mencatat 141 clean sheet di Premier League dan mengoleksi 75 caps bersama Inggris.

Perannya di Euro 1996 dan Piala Dunia 1998 membuatnya dikenang sebagai salah satu penjaga gawang paling berkelas yang pernah dimiliki Inggris.

Ray Clemence

Ray Clemence menyusul di posisi kelima sebagai kiper legendaris Liverpool yang membawa klub merajai Eropa di era 1970-an.

Ia tampil percaya diri di bawah mistar dan menjadi pilar penting dalam lima gelar liga serta tiga trofi Eropa bersama The Reds.

Meski lebih bersinar di level klub, Clemence tetap mengantongi 61 caps bersama Inggris. Sosoknya dikenal disiplin dan jadi panutan bagi generasi berikutnya, termasuk Shilton yang sempat bersaing langsung dengannya.

Joe Hart

Joe Hart berada di urutan keenam setelah melewati masa keemasan bersama Manchester City. Ia sempat diragukan, namun membuktikan diri dengan sederet penampilan gemilang dan gelar Premier League.

Meski kariernya di timnas tak selalu mulus, terutama setelah Euro 2016, Hart tetap dikenang sebagai kiper yang membawa semangat juang tinggi.

Dengan 127 clean sheet di Premier League dan 75 caps bersama Inggris, namanya pantas masuk jajaran legendaris.

David James

Di posisi ketujuh, David James dikenal sebagai kiper flamboyan dengan karier panjang di Premier League. Ia tampil 572 kali di kasta tertinggi Inggris, membela klub-klub besar seperti Liverpool, Aston Villa, hingga Manchester City.

Meski sering dikritik karena inkonsistensi di timnas, James tetap menjadi sosok penting di era “Golden Generation”. Penampilannya yang penuh tenaga dan gaya eksentrik membuatnya sulit dilupakan penggemar sepak bola Inggris.

Peter Bonetti

Peter Bonetti menempati posisi kedelapan sebagai ikon Chelsea yang dijuluki “The Cat”. Julukan itu muncul karena refleks cepat dan gaya bermainnya yang lincah di bawah mistar.

Bonetti mencatat lebih dari 700 penampilan untuk The Blues dan menjadi pahlawan di final Piala FA 1970 meski bermain dalam kondisi cedera.

Sayangnya, karier internasionalnya tak secemerlang di klub, dengan hanya tujuh caps bersama Inggris.

Chris Woods

Chris Woods berada di posisi kesembilan setelah lama menjadi pelapis Shilton di timnas. Ia sempat tampil mengesankan saat dipercaya menjadi kiper utama Inggris di Euro 1992, mencatat dua clean sheet dalam tiga laga.

Woods juga sukses di level klub, terutama bersama Rangers di Skotlandia. Setelah pensiun, ia melanjutkan pengabdiannya di dunia sepak bola sebagai pelatih kiper timnas Skotlandia.

Paul Robinson

Paul Robinson menduduki posisi kesepuluh dengan reputasi solid di Tottenham dan Blackburn. Ia menjadi pilihan utama Inggris di Euro 2004 dan Piala Dunia 2006 sebelum kehilangan tempat akibat blunder fatal di kualifikasi Euro 2008.

Meski begitu, Robinson tetap dikenal karena kontribusinya di Premier League dan momen ikonik saat mencetak gol dari jarak jauh ke gawang Watford. Kariernya mencerminkan perjalanan naik turun yang khas bagi seorang kiper top.

Nigel Martyn

Terakhir, Nigel Martyn melengkapi daftar ini sebagai kiper pertama di Inggris yang menembus nilai transfer £1 juta. Ia tampil stabil untuk Crystal Palace, Leeds United, dan Everton dengan lebih dari 500 laga profesional.

Meski sering jadi pelapis Seaman, Martyn tetap mengoleksi 23 caps dan tampil di empat turnamen besar.

Karier panjangnya menunjukkan dedikasi tinggi, menjadikannya salah satu sosok paling dihormati dalam sejarah penjaga gawang Inggris.

Dari Banks hingga Martyn, perjalanan para kiper legendaris ini membentuk identitas kuat sepak bola Inggris.

Mereka bukan sekadar penjaga gawang, tapi simbol semangat, disiplin, dan kebanggaan yang terus hidup di hati para penggemar The Three Lions.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra