← Beranda

3 Masalah Utama Real Madrid yang Membuat Mereka Kesulitan di Laga Besar

M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 8 November 2025 | 21.15 WIB
Real Madrid di bawah Xabi Alonso masih kesulitan tampil konsisten di laga besar (Instagram @realmadrid)

JawaPos.com - Setelah kemenangan telak dan meyakinkan atas Valencia di La Liga, Real Madrid harus menelan kekalahan dari Liverpool di Liga Champions. 

Meski hanya kalah tipis 1-0, apa yang terjadi di Anfield menjadi pengingat bahwa strategi racikan Xabi Alonso masih jauh dari kata sempurna, terutama saat menghadapi laga-laga besar.

Masih segar di ingatan ketika skuad Real Madrid dihancurkan PSG di Piala Dunia Antarklub FIFA dengan skor memalukan 4-0. Di La Liga, mereka juga kalah dari tim sekota, Atlético Madrid, dengan skor 5-2.

Dalam laga melawan Juventus, bahkan di El Clasico, meski berhasil menang, performa Real Madrid tetap tampak kurang meyakinkan karena hanya menang dengan skor tipis.

Melansir dari Madrid Universal, ada beberapa masalah utama yang membuat Real Madrid kesulitan menghadapi laga besar. Xabi Alonso harus segera menemukan solusinya, mengingat lawan-lawan berat sudah menanti di depan.

1. Pertahanan yang Rapuh dari Skema Bola Mati

Masalah pertama Real Madrid di bawah asuhan Alonso adalah pertahanan yang buruk dalam membendung skema bola mati. Para bek sering kalah dalam duel udara, yang menjadi salah satu penyebab utama.

Kelemahan ini dimanfaatkan dengan baik oleh pasukan Arne Slot. Gol tunggal Liverpool, yang sekaligus menjadi gol kemenangan, lahir dari skema bola mati. Bola dibiarkan melayang di udara tanpa ada yang mengganggu atau mengawal Mac Allister, yang dengan bebas menyundul bola masuk ke gawang Courtois.

Masalah ini sebenarnya sudah terlihat saat Real Madrid menghadapi skuad Diego Simeone. Dua gol di babak pertama yang mengoyak gawang Courtois juga lahir dari sundulan. 

Bahkan penalti yang didapatkan Atlético berasal dari kesalahan pemain Madrid dalam mengantisipasi tendangan sudut di babak kedua.

Alonso bukan tanpa upaya dalam mengatasi situasi ini. Mantan gelandang terbaik Real Madrid tersebut sudah menggandeng asisten kepercayaannya, Sebas Parrilla. 

Parrilla adalah sosok yang berjasa mengubah Bayer Leverkusen menjadi salah satu tim terbaik dalam menghadapi skema bola mati.

Kabarnya, Real Madrid juga telah merekrut spesialis bola mati Leganés, Jesús Rueda. Namun meskipun mereka sadar akan masalah ini, solusinya belum terlihat hingga saat ini. 

Jika dibiarkan, lawan akan terus mengekspos pertahanan Real Madrid melalui skema bola mati.

2. Sayap Kanan yang Belum Nyetel

Di laga melawan Liverpool kemarin, Alonso menerapkan strategi yang sama seperti saat menaklukkan Barcelona. Banyak yang berpikir Alonso telah menemukan racikan terbaiknya dengan menggunakan empat gelandang.

Eduardo Camavinga, yang tampil apik di El Clasico, kembali dimainkan di posisi sayap kanan. Namun strategi yang sama ternyata tak berhasil membendung Liverpool.

Dalam laga itu, Camavinga terlihat kesulitan menguasai bola dan sering melakukan salah umpan yang membuat serangan Real Madrid terhambat. 

Kesalahan tersebut membuatnya digeser ke lini tengah dan memberi ruang bagi Arda Güler untuk bermain lebih melebar meski hasilnya tetap belum memberi perubahan signifikan.

Alonso akhirnya memasukkan Rodrygo untuk bermain di posisi itu, namun perubahan tersebut juga tidak banyak membantu setelah Liverpool memegang kendali permainan.

Sebelumnya, posisi ini sempat dipercayakan pada Mastantuono. Namun bintang muda Argentina itu tampil tidak konsisten dan belum memenuhi standar yang diharapkan Alonso.

Untuk itu, penting bagi Alonso menemukan pemain yang tepat di posisi tersebut agar serangan Real Madrid bisa lebih stabil dan berimbang.

3. Terlalu Bergantung pada Mbappe sebagai Mesin Gol

Meski Alonso tidak mengakui bahwa Real Madrid terlalu bergantung pada Mbappe dalam hal produktivitas gol, statistik menunjukkan fakta sebaliknya.

Musim ini, Mbappe sudah mencetak 18 gol, angka yang jauh di atas Vinicius, yang baru mencetak lima gol. Secara total, hanya ada tujuh pemain Real Madrid yang berhasil mencatatkan nama di papan skor musim ini.

Ketergantungan Madrid pada Mbappe membuat pola serangan mereka mudah ditebak. Lawan cukup meredam pergerakan Mbappe, Vinicius, atau bahkan Bellingham seperti yang dilakukan Arne Slot untuk menahan serangan Real Madrid.

Jika Real Madrid gagal meningkatkan kolektivitas dalam produksi gol, sisa musim ini akan menjadi sangat berat bagi mereka.

Itulah tiga masalah utama Real Madrid yang sering kali membuat mereka kesulitan menghadapi laga besar. Xabi Alonso harus bekerja keras untuk menemukan racikan yang lebih pas. Terlebih di tengah badai cedera yang tengah menghantam skuad Los Blancos.

Baca Juga: Real Madrid Bertekad Menang di Kandang Rayo Vallecano, Jaga Jarak dari Barcelona!

EDITOR: Candra Mega Sari