← Beranda

Leny Yoro Tegaskan Tak Menyesal Tolak Real Madrid demi Manchester United

Bramasta JPSabtu, 8 November 2025 | 18.04 WIB
Bek muda Manchester United, Leny Yoro. (Richard Lee/Shutterstock)
 

JawaPos.com – Bek tengah Manchester United, Leny Yoro, menegaskan bahwa ia tidak menyesal pernah menolak tawaran Real Madrid demi berseragam Setan Merah di Old Trafford musim panas 2024.

Yoro telah tampil dalam 10 pertandingan Man United di Liga Inggris awal musim ini, tujuh di antaranya sebagai starter, dan memainkan peran krusial dalam peningkatan performa klub belakangan ini.

Dengan raihan 17 poin dan (+1) selisih gol, Setan Merah hanya terpaut dua poin dari rival sekota, Manchester City yang berada di posisi kedua, jauh dari musim pertama Yoro yang buruk setelah transfernya senilai GBP 58,8 juta dari Lille.

Filosofi 3-4-2-1 ala Ruben Amorim yang kini semakin dipahami oleh skuad Man United, rekrutan baru Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko telah membantu mempercepat kebangkitan tim asal Manchester ini.

Suasana hati dan atmosfer di Old Trafford dan Carrington, serta narasi di media, telah membaik secara signifikan. Kini, Yoro, dalam wawancaranya dengan The Telegraph, mengatakan bahwa ia tak pernah menyesal bergabung dengan Man United ketimbang Real Madrid.

"Saya tidak pernah merasa menyesal. Saya tahu Manchester United, saya tahu terkadang Anda bisa mengalami musim yang buruk, tetapi klub ini adalah klub papan atas (dunia), jadi Anda tidak boleh meragukannya,” jelas Yoro.

“Saya (tahu) tentang proyek klub (United) ini sebelum saya datang. Tentu saja saya tidak bisa berharap tahun pertama berakhir di posisi ke-15 (Liga Inggris). Tetapi ini juga beberapa hal yang perlu Anda hadapi."

"Memiliki direktur klub, pelatih, rekan setim, yang mendorong Anda setiap hari, Anda bisa memiliki kepercayaan diri. Anda harus selalu bersemangat setiap hari dan berusaha melakukan yang terbaik."

“Bukan hanya Madrid atau United, saya melihat banyak klub (mencoba mendekati saya). Pilihan saya adalah Manchester (United) dan saya sangat senang dengan (kepindahan) ini," tambah bek berusia 19 tahun ini.

Musim pertama Yoro di Man United menyaksikan pemecatan Erik ten Hag sebagai manajer dan penggantinya, Amorim, yang gagal membalikkan keadaan. Akibatnya, Setan Merah mencatatkan finis terendah mereka dalam sejarah Liga Inggris di peringkat ke-15.

Tetapi, perjalanan mereka ke final Liga Eropa adalah satu-satunya jalur potensial mereka ke kompetisi Eropa untuk musim 2025/2026, sayangnya partai puncak itu harus berakhir mengecewakan karena Tottenham Hotspur menang tipis dengan selisih satu gol.

Man United mengalami kerugian finansial sebagai akibatnya, kehilangan pendapatan yang sangat besar karena tidak bermain di Liga Champions atau Eropa, tetapi hari istirahat tambahan tampaknya memberi Amorim waktu yang dibutuhkan untuk menerapkan ide-idenya.

Hal ini juga mengurangi jumlah cedera pilar-pilar penting Man United yang kini tersisa Lisandro Martinez. Dengan sehatnya pemain Setan Merah, menghasilkan pemilihan tim yang lebih konsisten bagi pelatih asal Portugal tersebut.

“Saya pikir semua orang tahu musim lalu adalah musim yang sangat emosional (bagi Man United). Bahkan, bukan hanya untuk pelatih, tapi untuk semua orang. Sungguh sulit, sejujurnya. Terkadang sulit bagi kami untuk menghadapi pertandingan, menghadapi latihan. Jadi semua orang emosional,” lanjut Yoro.

“Saya pikir tahun ini berbeda. Kami tidak punya (pertandingan di) Liga Champions, tetapi jika kita bisa mengambil sisi positifnya, kita punya lebih banyak waktu untuk berlatih (dan istirahat), kita punya lebih banyak kebebasan berpikir."

“Jadi, pelatih tidak berbeda dari tahun lalu, hanya hasilnya yang berbeda. Dan setiap pesepakbola tahu ketika Anda menang, Anda akan memiliki pekan yang benar-benar sempurna setelahnya. Ini lebih tentang hasil di kepala. Tidak se-emosional tahun lalu."

“Karakter sangat penting, juga untuk atmosfer tim. Saya pikir klub melakukannya dengan baik dalam hal ini, hanya mengambil orang-orang yang bisa membawa hal-hal baik ke dalam tim."

“Kami tidak ingin ada hal-hal buruk di dalam tim. Ini sangat penting bagi kami, fokus pada tim, tidak membuat drama, cukup bicara dengan semua orang, jalin hubungan yang baik. Kami tidak bisa membangun sesuatu dengan energi atau karakter yang buruk,” tutup Yoro.

EDITOR: Edi Yulianto