← Beranda

David Alaba Menuju Pintu Keluar Real Madrid, Liga Arab Saudi Tujuan Selanjutnya?

Alvin Fahrizal BayyuniSenin, 5 Mei 2025 | 20.32 WIB
David Alaba. (Dok. Real Madrid)

JawaPos.com–Real Madrid kembali bersiap melakukan perombakan skuad mereka jelang bursa transfer musim panas 2025. Kali ini, nama besar seperti David Alaba menjadi kandidat utama untuk dilepas Los Blancos.

David Alaba, bek asal Austria yang kini berusia 32 tahun, kabarnya akan dilepas Real Madrid pada musim panas ini. Bergabung sejak Juli 2021 secara gratis dari Bayern Munchen, Alaba sempat menjadi bagian vital dalam keberhasilan Real Madrid menjuarai Liga Champions dan La Liga dalam beberapa musim terakhir.

Namun, kabar dari Estadio Deportivo menyebutkan bahwa sang pemain masuk daftar jual, terutama karena masalah kebugaran dan gaji tinggi yang membebani klub. Selama membela Real Madrid, Alaba sudah mencatatkan 116 penampilan di semua kompetisi, menyumbangkan 5 gol dan 9 assist.

Angka tersebut memang menunjukkan kontribusi signifikan. Namun cedera yang dideritanya dalam dua musim terakhir membuat manajemen mulai ragu mempertahankan sang pemain.

Masalah utama yang menjadi pertimbangan Real Madrid adalah kondisi fisik Alaba. Dia mengalami cedera serius pada lutut kiri (cedera meniskus) pada Desember 2023, yang membuatnya absen hingga lebih dari satu tahun. Dia baru kembali bermain pada Januari 2025, namun tidak dalam kondisi terbaik.

Belum sempat menunjukkan performa konsisten pasca cedera panjang, Alaba kembali mengalami masalah di bagian lutut yang sama. Dokter tim memastikan bahwa musim 2024/2025 sudah berakhir untuknya.

Meskipun ada peluang tampil di ajang Piala Dunia Antar klub pada Juni, tidak menutup kemungkinan bahwa dia telah memainkan laga terakhirnya bersama Real Madrid.

Satu hal yang turut mendorong keinginan Madrid untuk melepas Alaba adalah faktor finansial. Menurut laporan, Alaba merupakan pemain dengan gaji tertinggi kedua di skuad, yakni sekitar GBP 370.000 per minggu (setara Rp7,7 miliar). Hanya Kylian Mbappe, rekrutan anyar Real Madrid, yang digaji lebih tinggi darinya.

Di tengah dorongan untuk merapikan struktur gaji pemain dan mengalokasikan dana untuk merekrut talenta baru, kepergian Alaba dinilai sebagai langkah yang masuk akal secara ekonomi. Terlebih, kontraknya masih berlaku hingga Juni 2026, sehingga menjualnya pada musim panas 2025 memungkinkan Madrid memperoleh biaya transfer sekaligus menghemat beban gaji.

Dengan latar belakang cedera panjang dan usia yang tak lagi muda, peluang Alaba untuk bergabung dengan klub-klub top Eropa lain cukup kecil. Apalagi dengan gaji sebesar itu. Opsi paling masuk akal bagi sang bek adalah bergabung ke klub Arab Saudi.

Liga Pro Saudi tengah gencar mendatangkan pemain bintang dengan iming-iming kontrak bernilai fantastis. Nama-nama seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, hingga N’Golo Kante telah membuktikan bahwa liga tersebut menjadi pelabuhan emas bagi pemain-pemain Eropa di penghujung karier mereka.

Alaba pun bisa menjadi nama besar berikutnya yang hijrah ke Timur Tengah. Kepergian Alaba kemungkinan menjadi bagian dari strategi besar Real Madrid untuk memperbarui lini belakang.

Selain Alaba, nama lain seperti Lucas Vazquez juga disebut-sebut bakal dilepas. Dengan usia Sergio Ramos dan Pepe yang pernah menjadi pilar utama kini sudah lewat, Madrid mengincar regenerasi di lini pertahanan.

Nama-nama muda seperti Eder Militao, Antonio Rüdiger, dan Aurelien Tchouameni yang juga bisa bermain sebagai bek tengah akan menjadi pondasi pertahanan masa depan. Ditambah rekrutan baru yang kemungkinan akan datang, Real Madrid menyiapkan skuad yang lebih segar dan kompetitif.

Meski akan berpisah dalam waktu dekat, kontribusi Alaba untuk Real Madrid tidak bisa dilupakan begitu saja. Dia berperan penting dalam gelar Liga Champions 2022 dan juga menjadi sosok yang fleksibel di lini pertahanan, bisa bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri.

Kepemimpinan, pengalaman, dan etos kerja tinggi, membuatnya menjadi salah satu tokoh kunci di ruang ganti. Dalam banyak momen penting, seperti El Clasico atau pertandingan fase gugur Eropa, kehadiran Alaba memberikan ketenangan di lini belakang.

Keputusan untuk melepas Alaba sebenarnya bukan hal yang mudah. Di satu sisi, dia adalah pemain yang memiliki aura pemimpin dan disegani rekan-rekannya. Namun di sisi lain, ketidakpastian kondisi fisik dan beban gaji membuat manajemen harus realistis.

Apalagi, Madrid kini tengah memasuki fase penting dalam proyek jangka panjang mereka bersama pelatih Carlo Ancelotti. Klub ingin memastikan tidak ada ruang untuk ketidakpastian terutama di posisi yang krusial seperti bek tengah.

Reaksi dari fans sejauh ini beragam. Sebagian besar menyayangkan bahwa cedera telah merenggut performa terbaik Alaba terlalu cepat. Namun banyak pula yang memahami bahwa langkah klub sudah tepat, demi menjaga keseimbangan finansial dan performa tim.

Jika benar-benar dilepas musim panas ini, pertandingan terakhir Alaba bersama Madrid akan dikenang sebagai bagian dari warisan transisi penting dari era pasca Ramos ke era baru yang lebih muda.

Bagi Alaba, hijrah ke Arab Saudi bukan hanya soal uang, tapi juga soal tantangan baru. Dia bisa menjadi wajah utama kompetisi di sana dan mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten, dibanding harus duduk di bangku cadangan di Eropa. Dengan pengalaman dan nama besarnya, Alaba bisa berperan sebagai mentor sekaligus ikon global liga Timur Tengah.

Bagi Real Madrid, menjual David Alaba adalah keputusan yang sarat emosi, tapi masuk akal secara logika. Dengan kondisi fisik yang tak lagi prima dan gaji yang tinggi, serta rencana pembaruan tim, menjual Alaba di musim panas 2025 bisa jadi langkah paling bijaksana.

Jika benar-benar hengkang ke Liga Pro Saudi, Alaba akan mengikuti jejak banyak bintang Eropa lainnya yang mencari tantangan baru sekaligus stabilitas finansial menjelang akhir karier mereka. Satu hal yang pasti kontribusinya di Bernabeu akan selalu dikenang dengan rasa hormat.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah