JawaPos.com- Mikel Arteta akan mencapai tonggak sejarah sebagai manajer Arsenal dengan memimpin pertandingan ke-200 di Liga Inggris.
Sejak mengambil alih kursi pelatih di Emirates Stadium pada Desember 2019, Arteta telah mencatat 118 kemenangan. Di bawah kepemimpinannya, Arsenal memenangkan Piala FA, bersaing dalam perburuan gelar liga, dan kembali ke Liga Champions, bahkan mencapai perempat final pertama mereka sejak 2010.
Dalam perjalanan panjang ini, ada momen-momen luar biasa yang menandai keberhasilan Arteta, tetapi juga sejumlah pertandingan yang menjadi titik terendah dalam kariernya. Berikut adalah tiga pertandingan terbaik dan tiga pertandingan terburuk yang telah ia jalani.
Tiga Pertandingan Terbaik
1. Final Piala FA - 1 Agustus 2020 (Arsenal 2-1 Chelsea)
Arsenal bukan favorit dalam final ini, tetapi mereka berhasil mengalahkan Chelsea dan meraih Piala FA ke-14 dalam sejarah klub. Pierre-Emerick Aubameyang menjadi bintang kemenangan dengan mencetak dua gol yang memastikan trofi pertama bagi Arteta di musim debutnya sebagai pelatih.
2. Arsenal 1-0 Manchester City - 8 Oktober 2023
Kemenangan ini lebih berharga dibandingkan kemenangan 5-1 atas lawan yang sama pada musim ini. Mengapa? Karena Arsenal akhirnya mengakhiri rekor 12 kekalahan beruntun dari Manchester City di Premier League, sekaligus menjadi kemenangan pertama mereka atas tim asuhan Pep Guardiola dalam delapan tahun terakhir.
Gol telat Gabriel Martinelli membuat seluruh stadion meledak dalam euforia. Ini adalah momen yang menegaskan bahwa Arsenal kini bisa bersaing dengan City dalam perebutan gelar juara.
3. Arsenal 3-2 Bournemouth - 4 Maret 2023
Laga ini menciptakan salah satu atmosfer paling luar biasa di Emirates Stadium. Arsenal tertinggal 0-2, tetapi berhasil membalikkan keadaan dengan gol kemenangan dramatis dari Reiss Nelson di menit ke-97.
Kemenangan ini bukan sekadar soal tiga poin. Ini adalah bukti mental juara dan determinasi tim. Arsenal menunjukkan bahwa mereka tidak akan menyerah dalam perburuan gelar, dan Arteta telah mengubah mentalitas tim menjadi lebih kuat dan percaya diri.
Tiga Pertandingan Terburuk
1. Arsenal 0-1 Burnley - 13 Desember 2020
Jika pertandingan ini dimainkan di depan penonton penuh, mungkin Arteta tidak akan bertahan lama sebagai manajer Arsenal. Kekalahan memalukan ini menempatkan Arsenal dalam situasi sulit, hampir terjerumus dalam zona degradasi.
Arsenal tampil buruk, Arteta berada di bawah tekanan besar, dan tim tampak kehilangan arah. Kekalahan ini menjadi titik terendah dalam masa kepemimpinannya, tetapi ia berhasil bangkit dari keterpurukan tersebut.
2. Manchester City 5-0 Arsenal - 28 Agustus 2022
Awal musim 2022/2023 menjadi mimpi buruk bagi Arsenal. Mereka kalah dalam tiga laga pertama, kebobolan sembilan gol, termasuk kekalahan telak dari Manchester City. Kartu merah Granit Xhaka semakin memperburuk situasi.
Arsenal terpuruk di dasar klasemen tanpa satu pun gol yang dicetak, dan kepercayaan terhadap Arteta mulai goyah. Banyak yang mulai meragukan apakah ia adalah orang yang tepat untuk membawa Arsenal kembali ke puncak.
3. Manchester City 4-1 Arsenal - 26 April 2023
Musim 2022/2023 adalah musim kejutan bagi Arsenal. Mereka memimpin klasemen selama sebagian besar musim dan menjadi pesaing utama dalam perebutan gelar. Namun, saat pertandingan penentuan melawan City, Arsenal justru hancur lebur.
Tanpa William Saliba yang cedera, Arsenal tak mampu menghadapi tekanan dan benar-benar dikalahkan oleh City. Kekalahan ini menutup peluang mereka untuk meraih gelar Premier League dan menjadi momen paling mengecewakan dalam musim yang seharusnya penuh harapan.
Sebagai manajer, Mikel Arteta telah membawa Arsenal ke era baru dengan filosofi permainan yang segar dan semangat juang tinggi. Namun, tantangan ke depan tetap besar. Apakah ia mampu membawa Arsenal meraih trofi Premier League dan Liga Champions kali ini?