← Beranda

Insiden Pingsannya Edoardo Bove, Berikut Sejumlah Pemain Terkapar di Lapangan Termasuk Legenda Persebaya

Edi YuliantoSenin, 2 Desember 2024 | 17.33 WIB
Pemain Fiorentina Edoardo Bove mendapatkan perhatian sangat serius setelah tiba-tiba pingsan saat La Viola menghadapi Inter Milan di Serie A. (Givemesport)

JawaPos.com – Kejadian miris di tengah lapangan sepak bola kembali terjadi. Kali ini, pertandingan Serie A antara Fiorentina kontra Inter Milan terpaksa dihentikan karena gelandang Fiorentina, Edoardo Bove, pingsan di lapangan.

Kamera menangkap pemain berusia 22 tahun itu dikelilingi oleh rekan satu timnya yang putus asa memanggil fisioterapis untuk masuk ke lapangan, apalagi setelah pemain Italia itu terjatuh tak sadarkan diri.

Petugas medis bergegas ke tempat kejadian, sementara pemain dari kedua tim mengelilingi pemain tersebut untuk memberinya privasi saat ia menerima perawatan. Sementara kedua tim dan penggemar memohon kepada paramedis untuk mendapatkan ambulans, meskipun tampaknya hal ini membutuhkan waktu.

Bove Bernapas Setelah Pingsan di Lapangan

Menurut pemberitaan awal dari Sky Italia, melalui jurnalis Gabriele Marcotti, Bove tiba di rumah sakit menggunakan alat bantuan pernapasan meski ia tetap tidak sadarkan diri. Namun, sejak saat itu, Bove telah sadar kembali dan merespons perawatan dengan baik.

Dalam beberapa jam setelah itu, klub telah mengonfirmasi bahwa Bove dalam kondisi stabil dan saat ini menjalani 'sedasi farmakologis' di ruang intensif.

“(Bove dalam) kondisi hemodinamik yang stabil dan tes kardiologis serta neurologis pertama yang dilakukan tidak termasuk kerusakan akut pada sistem saraf pusat dan sistem kardio-pernapasan," kata jurnalis Givemesport, Ben Jacobs.

Sementara Marcotti menambahkan, seperti yang dilaporkan Gazzetta Dello Sport, bahwa pertandingan antara Fiorentina dan Inter telah dibatalkan karena para pemain tidak dalam kondisi pikiran yang tepat untuk melanjutkan pertandingan. Beberapa orang di lapangan menangis saat petugas medis menangani Bove.

Ada juga kritik mengenai waktu yang dibutuhkan petugas medis stadion untuk mendatangkan ambulans ke lapangan guna membantu pemain tersebut, dengan jurnalis Kaustubh Pandey mengklaim di media sosial bahwa para penggemar dan pemain harus mendesak staf untuk mendatangkan ambulans ke lapangan.

Fakta ini membuat sepak bola dunia terguncang, karena sejumlah pemain yang jatuh tak sadarkan diri di lapangan harus berjuang melawan maut, baik pemain lokal maupun mereka yang berlaga di liga mancanegara.

Di kompetisi internasional, ada sejumlah pemain yang pernah mengalami nasib serupa seperti Bove. Sebut saja Fabrice Muamba, yang terkena serangan jantung saat membela Bolton Wanderers di Piala FA pada 2012.

Kemudian, Bafetimbi Gomis, Marc-Vivien Foe, Antonio Puerta, Cheick Tiote, hingga Miklos Feher.

Selain mereka, para pemain lokal juga pernah mengalami hal serupa. Bahkan, sebagian harus kehilangan nyawa. Mereka adalah Jumadi Abdi, mantan pemain Timnas Indonesia U-23. Dia melakukan hal tragis saat membela PKT Bontang pada 7 Maret 2009.

Saat menghadapi Persela Lamongan di Liga Indonesia 2009, perut Jumadi dihadang kaki pemain Persela, Denny Tarkas, hingga membuat Jumadi pingsan di tempat.

Walau sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit selama sembilan hari, Jumadi pun akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Setelah itu, ada nama Choirul Huda. Mantan penjaga gawang Persela ini mengalami hal tragis saat timnya saat itu menghadapi Semen Padang pada Liga 1 2017 di Stadion Surajaya pada 15 Oktober 2017.

Dia sempat berbenturan dengan bek Persela, Ramon Rodrigues, hingga dinyatakan wafat walau sempat dilarikan ke rumah sakit RUS Sugiri, Lamongan.

Sosok berikutnya adalah legenda Persebaya Surabaya, Eri Irianto. Namanya tak akan luput dari ingatan Bonek ketika Eri Irianto tiba-tiba pingsan pada laga Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora 10 November Surabaya pada 3 April 2000.

Hal itu terjadi setelah Eri Irianto mengalami benturan dengan salah seorang pemain PSIM Yogyakarta. Meski telah dibawa ke RSUD Dokter Soetomo, Surabaya, Eri harus mengembuskan napasnya pada usia 26 tahun.

Nama teranyar di pentas liga domestik adalah Ricki Ariansyah. Ia juga mengalami pingsan di lapangan saat Madura United melawan PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 1 2022/2023 di Stadion Jatidiri, Semarang, Selasa (7/3/2023).

Ricki tercatat menjadi penentu kemenangan Laskar Sape Kerrab, namun nahas pemain berusia 25 tahun itu tak sengaja tertendang pemain PSIS hingga pingsan. Namun, nyawanya masih dapat tertolong setelah dibawa ke rumah sakit.

EDITOR: Edi Yulianto