1. PSI
PSI mulanya mengantongi 2.291.882 suara atau 3 persen pada Jumat (1/3) pukul 06.00 WIB. Namun, suara PSI mengalami kenaikan hingga 2.395.363 suara atau 3,12 persen pada Sabtu (2/3) pukul 11.00 WIB alias naik 103.481 suara hanya dalam 30 jam.
Berdasarkan data termutakhir hari ini pada pukul 17.07 WIB, perolehan suara PSI terus bertambah menjadi 2.403.392 alias 3,13 persen.
2. Partai Gelora
Partai Gelora alias Gelombang Rakyat Indonesia mengantongi 1.142.456 suara atau 1,49 persen. Partai pimpinan Anis Matta itu gagal melenggang ke DPR RI, karena tak melewati ambang batas parlemen empat persen.
3. Partai Perindo
Partai Persatuan Indonesia alias Perindo juga gagal melenggang ke Senayan. Partai pimpinan Hary Tanoesoedibjo itu hanya mengantongi 963.134 suara alias 1,25 persen.
4. Partai Hanura
Partai Hati Nurani Rakyat alias Hanura juga gagal mendapatkan kursi DPR RI. Partai besutan Osman Sapta Odang (OSO) hanya memperoleh 559.642 suara alias 0,73 persen.
5. Partai Buruh
Perjuangan Partai Buruh nampaknya harus kandas. Partai yang diketuai Said Iqbal ini cuma bisa mendapatkan 450.003 suara atau 0,59 persen.
6. Partai Ummat
Partai Ummat juga gagal mengamankan perolehan suara untuk duduk di parlemen. Partai besutan Amies Rais itu hanya 323.158 suara alias 0,42 persen.
7. PBB
Partai Bulan Bintang (PBB) juga masih tak mampu untuk melenggang ke parlemen. Partai pimpinan Yusril Ihza Mahendra itu hanya mendapatkan 254.304 suara atau 0,33 persen.
8. Partai Garuda
Partai Garda Republik Indonesia alias Garuda juga tak bisa meraih kursi di parlemen. Mereka hanya bisa mencatatkan 0,29 persen suara yang didapat dari 221.550 pemilih calon legislatif dari parpol tersebut.
9. PKN
Partai Kebangkitan Nusantara alias PKN menjadi parpol dengan perolehan suara paling rendah daripada peserta Pemilu 2024 lainnya. Partai di bawah komando Anas Urbaningrum itu berada di posisi buncit dengan raihan 159.895 suara alias 0,21 persen.