JawaPos.com - Akademisi Universitas Gajah Mada (UGM), Ari Dwipayana menilai, buku 'Hitam Putih Ganjar' yang baru-baru ini diluncurkan memuat jejak kepemimpinan Ganjar Pranowo selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Menurutnya, buku tersebut mengandung pemikiran-pemikiran untuk dipelajari oleh masyarakat.
Ari menekankan, tujuan dari buku ini bukan sekadar menyajikan laporan kinerja atau statistik belaka. Ia berharap buku ini akan menjadi sebuah manifesto ideologis, politik, dan karya.
"Saya ingin buku ini menjadi manifesto. Manifesto ideologis, manifesto politik, dan manifesto karya, ini penting karena menyambung ideologi kerakyatan," ucap Ari di Jakarta, Jumat (15/9).
Ari menyoroti, mengubah pemikiran menjadi karya nyata bukanlah hal mudah. Diperlukan kemampuan untuk menggabungkan ide-ide tersebut secara sinergis. Untuk mengilustrasikan hal ini, ia membandingkan Ganjar dengan seorang ideolog.
"Seorang ideolog belum tentu menurunkan apa yang menjadi pemikiran gagasan besar itu menjadi karya-karya, itulah sebabnya kepemimpinan Indonesia adalah kombinasi antara kepemimpinan ideologi dan kepemimpinan kerja," jelasnya.
Dosen FISIP ini menekankan, pentingnya bagi seorang pemimpin untuk dapat menggabungkan kepemimpinan ideologi dan kepemimpinan kerja.
Ojo Korupsi, Ojo Ngapusi, jargon yang sering diucapkan Ganjar, berarti jangan korupsi dan jangan membohongi, juga diangkat oleh Ari sebagai contoh konkret dari upaya Ganjar menjawab tantangan integritas yang masih menjadi persoalan di negeri ini.
"Ganjar tidak hanya berhenti pada level gagasan, melainkan juga mampu mengimplementasikan gagasan tersebut ke dalam langkah politik dan program kerja," pungkasnya.