JawaPos.com - Dalam rangka meningkatkan Daya Saing Daerah, Pemerintah memiliki peran strategis dalam mendorong regulasi, kebijakan serta pemanfaatan teknologi yang ada. Tujuannya untuk menciptakan ekosistem yang sehat bagi dunia usaha, para pelaku industri, serta para pelaku UMKM.
Karena itu, pemerintah pusat dan daerah harus mampu menjalin kerja sama kemitraan dengan para mitra usaha, juga memberikan pelayanan yang optimal dengan memberikan afirmasi dan intervensi kebijakan yang mendukung iklim usaha yang sehat dan dinamis.
Hal itu terungkap dalam Uji Sahih Rancangan Undang-Undang tentang Daya Saing Daerah (RUU DSD) inisiatif Komite I DPD RI, Selasa (25/6) di Aula FISIP USU, Medan, Sumatera Utara.
Uji Sahih ini terselenggara atas kerja sama Komite I DPD RI dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU). Dari kegiatan tersebut ada sejumlah masukan-masukan yang sangat berharga untuk penyempurnaan RUU yang ada.
Dekan FISIP USU Muryanto Alim mengatakan, posisi Sumut sangat strategis dalam Daya Saing Daerah. Berbagai potensi daerah dapat dijadikan sebagai dasar untuk melakukan investasi dan pengembangan. Akan tetapi, dari aspek Aparatur Pemerintahan, masih perlu peningkatan.
"Terutama birokrasi aparatur perlu mengelola berbagai peluang atau potensi investasi Daerah dengan optimal untuk peningkatan pembangunan daerah," ujarnya.
Sementara itu, Senator Fahira menyatakan, Untuk menghadapi persaingan global, tidak ada upaya lain yang dilakukan daerah, terkecuali dengan meningkatkan daya saing daerah dan meningkatkan kemandirian daerah agar mampu memenangkan kompetisi global.
"Daya saing dapat tumbuh dengan baik bilamana didukung oleh infrastruktur yang memadai dan merata. Karena itu butuh dukungan birokrasi yang profesional dan beriorientasi pada pelayanan," ujar Fahira.
Sementara itu, Senator asal Sumut Badikenita Sitepu yang akrab disapa Nita mengatakan, Sumut merupakan salah satu dari dua provinsi yang dipilih sebagai lokasi Uji Sahih selain Provinsi Bali. Pasalnya, Sumut merupakan salah satu provinsi di Sumatera yang sejatinya cukup bagus dalam daya saing daerah.
Hadir juga sejumlah senator atau anggota DPD RI Jacon Esau Komiigi (Papua Barat sekaligus unsur Pimpinan Komite I DPD RI), H. Muhamad Idris (Kaltim), Nofi Candra (Sumbar), Andi Surya (Lampung), Muh. Sofwat Hadi (Kalsel), Abdul Gafar Usman (Riau), Napa J Awat (Kalteng), Abudul Aziz (Sumsel), dan Yanes Murib (Papua).
Selain itu, hadir juga dari unsur Pemerintah Daerah Sumut yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan SDA Agus Tripiyono, sejumlah OPD, Forkompinda, KADIN, dan sejumlah rektor perguruan tinggi, dosen serta mahasiswa.