← Beranda

Hari Braille Sedunia 2025: 6 Fakta Unik Tentang Braille, Dari Nemeth Code hingga Asteroid

Reynaldi Saifullah FatoniSabtu, 4 Januari 2025 | 16.02 WIB
Tanggal 4 Januari selalu diperingati sebagai Hari Braille Sedunia. (Mikhail Nilov/Pexels)

JawaPos.com - Hari Braille Sedunia yang diperingati setiap 4 Januari menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya braille sebagai alat komunikasi bagi penyandang tunanetra. Tanggal ini dipilih untuk menghormati kelahiran Louis Braille, penemu sistem braille, di Prancis pada tahun 1809.

Sistem braille adalah penemuan revolusioner yang membantu jutaan orang dengan gangguan penglihatan untuk mengakses informasi dan berkomunikasi dengan lebih mudah. Meski banyak yang mengenal braille, tak sedikit yang belum mengetahui fakta-fakta menarik seputar sistem ini. Berikut adalah enam fakta menarik yang jarang diketahui tentang braille:

1. Braille Bukanlah Bahasa
Braille sering disalahpahami sebagai bahasa, padahal sebenarnya ini adalah sistem representasi alfabet, angka, dan simbol melalui enam titik timbul. Setiap negara memiliki versi braille masing-masing, sesuai dengan alfabet dan bahasa yang digunakan, seperti braille Jepang, Arab, hingga Korea.

2. Ada Braille Khusus untuk Matematika
Pada tahun 1946, Abraham Nemeth, seorang cendekiawan asal Amerika Serikat, mengembangkan sistem braille khusus untuk matematika dan sains yang disebut Nemeth Code. Sistem ini memungkinkan penyandang tunanetra untuk mempelajari simbol dan konsep matematika dengan lebih mudah, menjadikan pendidikan STEM lebih inklusif.

3. Braille Terdiri dari Dua Versi: Uncontracted dan Contracted
Braille memiliki dua versi utama:

  • Uncontracted braille: Menuliskan setiap huruf alfabet secara penuh, cocok untuk pemula.
  • Contracted braille: Menggunakan singkatan untuk mempercepat pembacaan dan menghemat ruang, lebih umum digunakan oleh pembaca braille tingkat lanjut.

4. Kompetisi Membaca Braille
Setiap tahun, Amerika Serikat mengadakan kompetisi membaca braille yang diselenggarakan oleh Braille Institute. Kompetisi ini melibatkan peserta dari berbagai usia dan mencakup perlombaan seperti membaca, mengeja, dan proofreading. Kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar braille di kalangan penyandang tunanetra.

5. Tato Braille: Inovasi Unik untuk Ekspresi Diri
Braille kini tidak hanya ditemukan dalam buku, tetapi juga dalam bentuk tato. Tren tato braille banyak digemari di Eropa dan Amerika, baik untuk estetika maupun komunikasi. Tato braille dapat dibuat dengan tinta datar atau benih kecil di bawah kulit untuk menghasilkan tekstur timbul seperti braille asli.

6. Asteroid dengan Nama Braille
Pada tahun 1999, NASA menamai sebuah asteroid "9969 Braille" untuk menghormati Louis Braille. Asteroid ini awalnya diberi nama 1992 KD setelah ditemukan oleh Eleanor Helin dan Kenneth Lawrence. Penamaan tersebut dilakukan setelah wahana antariksa Deep Space 1 melewati asteroid ini dalam perjalanannya memotret komet Borrelly.

Braille adalah penemuan revolusioner yang telah membantu jutaan orang di seluruh dunia. Hari Braille Sedunia menjadi momen untuk menghormati Louis Braille dan terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sistem ini. Braille tidak hanya menjadi alat literasi, tetapi juga simbol inklusivitas dan pemberdayaan bagi penyandang tunanetra.

Selamat Hari Braille Sedunia, dan mari terus mendukung literasi yang inklusif bagi semua!

 

EDITOR: Dhimas Ginanjar