← Beranda
Penjelasan Gempa Dangkal di Laut Jawa yang Mengguncang Tuban, Ini Cerita Lama Terbentuknya Pulau Jawa
Muhammad RaflisyahSabtu, 23 Maret 2024 | 00.32 WIB
Ilustrasi gempa (dari Thekidswindow)
 
JawaPos.com - Gempa tektonik mengguncang di tengah Laut Jawa pada Jumat (22/3) siang. Magnitudonya 6,1 lalu menurut pembaharuan BMKG tercatat berkekuatan magnitudo 5,9. Episentrum gempa ini berada 60 km sebelah barat Pulau Bawean, Kab. Gresik, Jawa Timur. 
 
Secara mengejutkan sumber gempa ini sangatlah dangkal, yakni hanya 10 km dari permukaan laut. 
 
Menandakan gempa ini adalah gempa kerak dangkal dari sesar aktif setempat. Bukan dari subduksi lempeng Australia - lempeng Sunda (Eurasia), yangg di kawasan P. Bawean dan sekitarnya menghasilkan sumber-sumber gempa dengan kedalaman > 500 km.
 
Baca Juga: Sebuah Rumah di Jalan Ngaglik Surabaya Roboh Akibat Gempa, Pengendara Diharap Menghindari Kawasan Itu
 
Dari data akselerometer, BMKG menyebut gempa ini memproduksi getaran berintensitas max 5 MMI.
 
Sesuai pengalaman empirik Indonesia, pada tingkat intensitas itu laporan kerusakan ringan mulai ada. Dari mekanisme fokusnya, gempa langka ini disebabkan pematahan mendatar (strike).
 
Lalu bagaimana bisa ada sesar aktif mendatar aktif di tengah-tengah Laut Jawa. JawaPos telah merangkum informasi mengenai terbentuknya sesar mendaftar di Laut Jawa berdasarkan penjelasan dari akun X Marufin Sudibyo (@marufins) pada Jumat (22/3).
 
Baca Juga: Gempa Tuban Guncangannya Terasa Hingga ke Gedung Pencakar Langit di Jakarta  
 
"Kisahnya bermula sejak 90 juta tahun silam. Saat (peristiwa) pecahan Australia yang memisahkan diri seiring terbelahnya superbenua Gondwana berbenturan dengan Indonesia bagian barat. Peristiwa itu membentuk Pulau Jawa kita," ungkap Marufin.
 
Terdapat garis imajiner yang membentang dari Tanjung Karangbolong di Kebumen ke Semenanjung Muria di Jepara yang memperlihatkan jejak dari peristiwa tersebut.
 
"Kalau kita tarik garis imajiner dari Tanjung Karangbolong (Kab. Kebumen) ke Semenanjung Muria (Kab. Jepara), semua area di sisi timur garis itu berasal dari Australia. Jejak peristiwa ini masih dijumpai sebagai cabikan-cabikan tektonik sangat panjang."
 
Baca Juga: Gempa Susulan Muncul Lagi di Surabaya, Magnitudo Lebih Besar
 
"Cabikan tektonik itu merentang dari Perbukitan Karangbolong di selatan hingga Pegunungan Meratus di utara. Inilah sesar besar Kebumen-Muria-Meratus, istilah dari Awang Satyana & Purwaningsih (2002). Sesar besar yang aktif mulai ~60 juta tahun lalu & kini praktis sudah mati," katanya.
 
Namun tercatat beberapa bagian dari pembetukan peristiwa tersebut masih ada. Misalnya terdapat sesar Pati di selatan Gunung Muria yang masih aktif. Lalu di Laut Jawa, ada dua sesar lain yang terhubung, yaitu sesar Muria di laut dan sesar West 15.
 
Disebut sesar West 15 dikarenakan menjadi batas bagi cekungan West 15.
"Pada area di sekitar titik pertemuan dua sesar inilah gempa dan nan langka di Laut Jawa meletup tadi siang," pungkas Marufins.
EDITOR: Nicolaus Ade