JawaPos.com – Sistem penerimaan mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2024/2025 sudah dimulai.
Jalur pertama yang dibuka adalah SNBP dengan kepanjangan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi. SNBP dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Karenanya, melalui jalur ini, calon mahasiswa memungkinkan untuk memilih program studi yang sama, tetapi di universitas berbeda. Atau, memilih program studi berbeda di universitas yang sama.
Sementara itu, dalam proses seleksi ini, calon mahasiswa diperkenankan untuk memilih program sarjana atau sarjana terapan.
Namun pastinya, masih ada yang bingung terkait dua istilah tersebut.
Apa sih sarjana? Dan apa sih sarjana terapan?
Mungkin dua pertanyaan itu yang muncul tatkala mendengar istilah itu.
Sebenarnya, baik sarjana atau sarjana terapan berada dalam jenjang yang setara. Sebab, kedua program itu sama-sama berada di Level 6 dalam nilai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Hanya saja, sarjana merupakan sebutan bagi jenjang Strata 1 (S1), yang bermula dari jenjang pendidikan akademik.
Sedangkan, sarjana terapan merupakan jenjang pendidikan diploma (D4) atau pendidikan vokasi.
Kasarnya, jenjang sarjana dapat diibaratkan sebagai SMA dan jenjang sarjana terapan diibaratkan sebagai SMK.
Nah, lalu apa bedanya?
Pasti akan muncul pertanyaan lanjutan mengenai dua istilah tersebut.
Dilansir dari laman vokasi.unair.ac.id, perbedaan sarjana terapan (D4) dan sarjana akademik (S1) terletak pada praktik perkuliahan, keahlian, metode kelulusan, dan gelar.
· Praktik Perkuliahan
Baca Juga: JK Tak Masalah Ma'ruf Amin Acungkan Salam Metal Tiga Jari dalam HUT PDI-P: Pak Jokowi Juga Begitu
Perbedaan pertama sarjana terapan dan sarjana akademik terletak pada praktik perkuliahan.
Walaupun ditempuh dengan waktu yang sama, yakni 4 tahun atau 8 semester, sarjana akademik lebih banyak menghabiskan waktu perkuliahan di dalam kelas.
Atau, persentasenya seperti 60% teori dan 40% praktik. Di sisi lain, sarjana terapan lebih banyak melakukan praktik. Misal, 60% praktik dan 40% teori.
· Keahlian
Karena dipengaruhi oleh lebih banyak waktu praktik, sarjana terapan lebih unggul dalam keterampilan.
Sehingga sarjana terapan ahli dalam pekerjaan lapangan yang membutuhkan kemampuan memecahkan masalah.
Sementara itu, sarjana akademik lebih unggul dalam menganalisis karena punya pengetahuan teori yang kuat.
· Metode Kelulusan
Sebagaimana dengan kurikulum yang berlaku, baik sarjana terapan dan sarjana akademik punya aturan berbeda.
Mahasiswa S1 diwajibkan menyelesaikan perkuliahan teori, melaksanakan KKN, magang, dan skripsi. Sedangkan, sarjana terapan diwajibkan mengikuti kerja praktik (magang), KKN, dan menyelesaikan tugas akhir (TA).
· Gelar
Perbedaan selanjutnya terdapat pada gelar. Mahasiswa S1 akan mendapatkan gelar sesuai dengan program studi yang diambil.
Lalu, mahasiswa sarjana terapan mendapatkan gelar sarjana dengan kata terapan di tengah gelar. Misal, gelar untuk program studi Akuntansi. Jika S1 akan memperoleh gelar S.Ak., D4 akan mendapatkan gelar S.Tr.Ak.
Di antara keduanya mana yang lebih unggul?
Jika dibandingkan, tentu saja sarjana terapan yang terbaik. Sebab, pengalaman praktik dapat langsung diterapkan ketika sudah terjun ke dunia kerja.
Namun, pemilihan jenjang pendidikan tetap harus memperhatikan passion. Jenjang pendidikan mana yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.