JawaPos.com – Hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, Indonesia mengalami kenaikan peringkat. Kenaikannya cukup signifikan, yakni 5–6 peringkat dari 2018. Itu merupakan capaian paling tinggi secara peringkat (persentil) sepanjang sejarah Indonesia mengikuti PISA.
Sebagai informasi, PISA diselenggarakan setiap tiga tahun oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) untuk mengukur literasi membaca, matematika, dan sains pada murid berusia 15 tahun di sejumlah negara. Pada 2022, PISA diikuti 81 negara. Terdiri atas 37 negara OECD dan 44 negara mitra. PISA di Indonesia menggunakan sampel pada 14.340 siswa SMP, SMA-SMK di 413 sekolah selama Mei–Juni 2022.
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengatakan, peningkatan peringkat itu menunjukkan ketangguhan sistem pendidikan Indonesia. Pasalnya, pengambilan sampel dilakukan ketika pandemi Covid-19. Saat itu siswa di seluruh dunia tengah mengalami hilangnya pembelajaran (learning loss). ”Untungnya, Indonesia bisa tetap naik 5 sampai 6 posisi secara global atau internasional,” ujar Nadiem saat perilisan hasil PISA 2022 kemarin (5/12).
Dia menjelaskan, untuk literasi membaca, peringkat Indonesia di PISA 2022 naik 5 posisi dibandingkan sebelumnya. Peningkatan itu juga terjadi untuk aspek literasi matematika. Sementara itu, literasi sains naik 6 posisi. Tapi, Kemendikbudristek tak boleh terlena dengan peningkatan peringkat itu. Mengingat, secara skor, ada penurunan.
Skor literasi membaca misalnya. Indonesia mengalami penurunan sebesar 12 poin dibandingkan 2018. Angka itu memang lebih rendah dibandingkan skor internasional dengan rata-rata penurunan mencapai 18 poin. Kemudian, literasi sains Indonesia turun 13 persen. Sedikit di atas skor rata-rata internasional yang mencapai penurunan 12 persen.
Menurut Nadiem, relatif kecilnya learning loss mencerminkan ketangguhan guru saat pandemi yang didukung berbagai program penanganan pandemi dari Kemendikbudristek. (mia/c6/fal)