← Beranda

Kubu Prabowo Minta Perpanjangan Waktu, PDIP: Apa yang Mau Dipaparkan?

Estu SuryowatiSabtu, 15 September 2018 | 04.00 WIB
Tak hanya meminta penggunaan bahasa Inggris dalam debat capres-cawapres, kubu Prabowo-Sandi juga mengusulkan perpanjangan waktu dalam sesi pemaparan visi-misi.

JawaPos.com - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arya Bima sepakat usulan koalisi partai pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Usulan itu yakni ada tambahan waktu dalam sesi pemaparan visi-misi pasangan calon presiden dan wakil presiden, menjadi satu jam.


Menurut Arya Bima, Joko Widodo (Jokowi) selaku petahana sudah terbiasa menyampaikan pemaparan kepada masyarakat. Misalnya, pidato nota keuangan yang hampir satu jam.


Arya pun yakin, visi-misi yang digodok tim Jokowi-Ma'ruf Amin sudah paripurna. Apalagi, kata Arya, Jokowi merupakan sosok negarawan yang memiliki visi revolusioner.


"Karena ada narasi besar menyangkut kebijakan, program, dan kegiatan yang sudah direncanakan," katanya, di Posko Rumah Cemara, Jumat (14/9).


Malah, lanjut Arya, dirinya mempertanyakan visi-misi apa yang akan disampaikan kubu Prabowo-Sandiaga. Sampai-sampai mereka meminta perpanjangan waktu menjadi satu jam.


"Saya malah ragu, dari calon sebelah, apa yang mau dipaparkan," kata Arya.


Sebelumnya, koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) mengubah format debat capres-cawapres 2019. Koalisi mengusulkan kandidat berbicara satu jam penuh menyampaikan gagasannya.


Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan selama sesi ‎pemaparan visi-misi hanya diberikan waktu beberapa menit. Sehingga dia mengusulkan ke KPU adanya penambahan waktu menjadi selama satu jam.


Pemaparan visi-misi selama satu jam tersebut karena banyak masyarakat yang ingin mengetahui gagasan besar pasangan capres-cawapres. Misalnya mengenai ekonomi, ketahanan, dan lainnya.

EDITOR: Estu Suryowati