← Beranda

KPU Tegaskan Pemilihan Panelis pada Debat Capres Ketiga Berdasar Kompetensi, Bukan Asal Instansi

Syahrul YunizarJumat, 5 Januari 2024 | 16.27 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka dan Calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD beradu argumen saat debat calon wakil presiden Pemilu 2024 di JCC, Jakarta, Jumat (22/12/2023).

JawaPos.com - Kendati sempat diwarnai keberatan dari kubu Prabowo-Gibran, debat ketiga calon presiden (capres) tetap diselenggarakan sesuai rencana. KPU memastikan persiapan debat yang akan digelar Minggu (7/1) itu sudah matang. Termasuk nama-nama panelis dan moderator.

Anggota KPU August Mellaz mengatakan, merujuk hasil pertemuan antara KPU, tiga tim pasangan calon (paslon), dan media penyelenggara, disepakati debat ketiga digelar di Istora Senayan. Terkait media penyelenggara yang sempat diprotes kubu paslon nomor urut 2, Mellaz memastikan tidak ada perubahan. ”(Media penyelenggara, Red) tetap dilakukan oleh MNC,” ujarnya Rabu (3/1).

Mellaz menjelaskan, penetapan media penyelenggara debat sudah tertuang dalam surat keputusan (SK) KPU. Mulai debat pertama, kedua, ketiga, hingga debat terakhir (kelima). Meski begitu, Mellaz menegaskan, pembicaraan mengenai media penyelenggara tetap akan dilakukan dengan tim paslon dengan memanfaatkan waktu yang tersisa.

Untuk debat ketiga, KPU telah menentukan enam subtema. Yakni, pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi, geopolitik, dan politik luar negeri. Sementara itu, untuk panelis, jumlahnya sama dengan dua debat sebelumnya. Yakni, 11 orang. Mereka menjalani karantina mulai hari ini (5/1).

Para panelis tersebut adalah Angel Damayanti (guru besar bidang keamanan internasional Fisipol Universitas Kristen Indonesia), Curie Maharani Savitri (dosen hubungan internasional, ahli kajian industri pertahanan dan alih teknologi Universitas Bina Nusantara), dan Evi Fitriani (selengkapnya lihat grafis).

Dari 11 nama itu, dua panelis berasal dari Universitas Pertahanan (Unhan). Kampus ini berada di bawah Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Yakni, Kusnanto Anggoro (pakar ilmu pertahanan dan dosen Unhan) serta Laksamana TNI (Purn) Marsetio (ketua Dewan Guru Besar Unhan).

Sebagaimana diketahui, capres nomor urut 2 Prabowo Subianto saat ini menjabat menteri pertahanan (Menhan) yang membawahkan universitas tersebut. Terkait hal itu, Mellaz menegaskan, pemilihan panelis didasarkan pada kompetensi. Bukan faktor lain. ”Yang kita ambil bukan masalah itu (Unhan di bawah Kemenhan, Red). Kita ambil kompetensi (panelis, Red),” ungkapnya.

Mellaz menambahkan, debat akan dimoderatori Anisha Dasuki dan Ariyo Ardi (pemimpin redaksi Global TV). Khusus Anisha tercatat pernah menjadi moderator debat pada Pilpres 2019. Saat itu perempuan yang saat ini menjadi presenter di iNews tersebut berduet dengan Tommy Tjokro (dulu pembawa acara berita RCTI).

Terkait panggung, Mellaz menyebut posisinya sama dengan debat kedua. Yakni, tetap menggunakan podium untuk paslon. Soal urutan pemaparan visi-misi, capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo mendapat giliran pertama. ”Debat pertama kan paslon 1, debat kedua (urutan pertama) cawapres 2,” kata Mellaz.

Pada bagian lain, cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar menyoroti dua panelis debat dari Unhan. Menurut dia, latar belakang dua panelis tersebut dapat mengganggu objektivitas debat. Sebab, Unhan berada di bawah Menhan yang saat ini dijabat Prabowo. ”Karena itu, saya protes, syukur-syukur bisa diganti,” ujarnya di sela kampanye di Garut, Jawa Barat, kemarin.

Juru Bicara Timnas Amin, Billy David, menambahkan, pihaknya menghargai pemilihan 11 panelis oleh KPU. Termasuk dua panelis yang berasal dari Unhan. Dia berharap para panelis menunjukkan kredibilitas personal masing-masing. Dengan begitu, kecurigaan yang dikhawatirkan tidak terjadi. ”Terkait asal instansi, biar masyarakat yang menilai,” kata Billy.

Terpisah, saat dimintai tanggapan, Juru Bicara Menhan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, memilih untuk tidak berkomentar mengenai protes dari Muhaimin tersebut.

Sementara itu, calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3 Mohammad Mahfud MD menyatakan bahwa pihaknya tidak mempersoalkan latar belakang panelis. Menurut dia, itu bukan hal yang perlu dipersoalkan. ”Tidak apa-apa (salah seorang panelis dari Unhan). Dari mana saja (tidak masalah),” ungkap dia saat dimintai komentar oleh awak media di Jakarta kemarin.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu pun memastikan calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo sudah siap tampil dalam debat ketiga. ”Pak Ganjar sudah tahu itu. Dia sudah menguasai itu,” terang dia. Dia memastikan Ganjar sudah siap berdebat soal tema tersebut.

Salah satu poin yang akan disampaikan pasangan calon (paslon) capres dan cawapres nomor urut 3 dalam debat itu terkait dengan sistem pertahanan 5.0. ”Itu artinya sudah siap memasuki era industri kelima. Kan kemarin 4.0, sekarang 5.0, terus berkembang yang arahnya tetap ke AI (artificial intelligence, Red) dan digitalisasi,” bebernya.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) ikut angkat bicara mengenai debat pilpres pada Minggu (7/1) nanti. Mengangkat tentang isu hubungan internasional dan geopolitik, Juru Bicara Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal mengakui bahwa isu tersebut kurang populis. Menurut dia, isu politik luar negeri belum menjadi isu yang dilirik kebanyakan masyarakat.

Karena itu, dia berharap debat nanti menjadi ajang yang menarik perhatian masyarakat mengenai isu tersebut. ”Nah, kami harapkan dalam perdebatan nanti, perhatian jadi lebih besar untuk isu politik luar negeri, khususnya yang memiliki dampak langsung ke masyarakat,” ujarnya kemarin.

Disinggung soal ada tidaknya masukan untuk debat nanti, Iqbal mengaku belum ada permohonan dari pihak KPU. Kendati demikian, pihaknya siap memberikan bantuan jika memang diminta.

Masukan itu pun bersifat terbuka untuk semua pihak. Sebab, hal ini merupakan kewajiban Kemenlu sesuai dengan mandat dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi. ”Jadi, siapa pun, apakah parpol atau capres atau masyarakat sipil, pasti kita akan memberikan informasi yang sama,” jelasnya. (syn/tyo/mia/c19/oni)

---

PARA PANELIS DEBAT KETIGA PILPRES 2024

  • Angel Damayanti: Guru besar bidang keamanan internasional Fisipol Universitas Kristen Indonesia
  • Curie Maharani Savitri: Dosen hubungan internasional, ahli kajian industri pertahanan dan alih teknologi Universitas Bina Nusantara (Binus)
  • Evi Fitriani: Guru besar ilmu hubungan internasional Universitas Indonesia
  • Hikmahanto Juwana: Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia dan rektor Universitas Jenderal Achmad Yani
  • I Made Andi Arsana: Ahli aspek geospasial hukum laut Universitas Gadjah Mada (UGM)
  • Ian Montratama: Dosen program studi hubungan internasional, ahli keamanan dan pertahanan Universitas Pertamina
  • Irene Hiraswari Gayatri: Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
  • Kusnanto Anggoro: Pakar keamanan Universitas Pertahanan (Unhan)
  • Laksamana TNI (Purn) Marsetio: KSAL 2012–2014 dan ketua Dewan Guru Besar Universitas Pertahanan (Unhan)
  • Philips J. Vermonte: Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Internasional Indonesia dan senior fellow CSIS
  • R. Widya Setiabudi Sumadinata: Guru besar bidang keamanan global Universitas Padjadjaran (Unpad)

Sumber: KPU dan diolah dari berbagai sumber

EDITOR: Ilham Safutra