JawaPos.com- Debat capres-cawapres merupakan agenda penting dalam pesta demokrasi pemilihan presiden (pilpres).
Dilansir dari Antara pada Jumat (15/12), debat bertujuan untuk mengukur kesiapan dan kualitas capres-cawapres dalam memimpin Indonesia lima tahun ke depan.
Ketua KPU, Hasyim Asy'ari, berharap debat ini bukan hanya menjadi ajang seru-seruan politik, tetapi juga menjadi sarana yang meyakinkan pemilih untuk memilih pemimpin lima tahun mendatang.
Selain itu, dia mengharapkan masyarakat Indonesia untuk dapat menyimak visi dan misi maupun program para capres.
Baca Juga: Ayah yang Bunuh 4 Anaknya Bikin Pesan Bernada Cemburu kepada Istrinya
Debat pertama pilpres 2024, Selasa (12/12) malam, merupakan debat antarcapres dan mengangkat tema tentang pemerintahan, hukum, hak asasi manusia (HAM).
Serta mengangkat tema pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik, dan kerukunan warga.
Sementara itu, debat kedua merupakan debat cawapres pada tanggal 22 Desember 2023.
Tema debat kedua adalah ekonomi yang mencakup ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan, investasi, pajak, perdagangan, pengelolaan APBN dan APBD, infrastruktur, dan perkotaan.
Baca Juga: Anies Kampanye di Jakarta dan Bekasi, Cak Imin masih di Arab Saudi
Debat ketiga pada tanggal 7 Januari 2024. Tema debat ketiga adalah pertahanan, keamanan, serta hubungan internasional dan geopolitik.
Berikutnya debat keempat pada tanggal 21 Januari 2024. Tema debat keempat adalah pembangunan keberlanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat, dan desa.
Debat kelima pada tanggal 4 Februari 2024. Tema debat kelima meliputi kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan juga inklusi.
Baca Juga: Ganjar Inginkan KPK yang Lebih Kuat dan Independen Guna Mendorong Pemerintahan yang Bebas Korupsi
Perlu diketahui, debat calon presiden (capres) dan calon presiden (cawapres) di Indonesia dimulai pada tahun 2004. Berikut adalah formasi debat dari masa ke masa.
Tahun 2004
Debat capres-cawapres di Indonesia sudah ada sejak pilpres dilakukan secara langsung, pada 2004. Kala itu, terdapat lima pasangan calon (paslon) yakni Wiranto-Salahuddin Wahid, Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi.
Serta Amien Rais-Siswono Yudo Husodo, Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, dan Hamzah Haz-Agum Gumelar.
Baca Juga: Cegah Kematian Bayi, Kemenkes Berencana Kirim Alat USG Periksa Kandungan Pada 10 Ribu Puskesmas
Pilpres 2004 dilaksanakan sebanyak dua kali. Debat pertama tampil dua paslon, yakni Wiranto-Salahuddin Wahid dan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi.
Debat kedua menampilkan tiga paslon yakni Amien Rais-Siswono Yudo Husodo, Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, dan Hamzah Haz-Agum Gumelar.
Tahun 2009
Pada pilpres 2009 terdapat tiga paslon yakni Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, Bambang Yudhoyono-Boediono, dan Jusuf Kalla-Wiranto.
Debat dilaksanakan sebanyak lima kali, tiga kali untuk capres dan dua kali untuk cawapres. Rinciannya adalah debat pertama, ketiga, dan kelima untuk capres, debat kedua dan keempat untuk cawapres, debat kelima untuk capres didampingi oleh cawapres.
Tahun 2014
Pada pilpres 2014 terdapat dua paslon yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Sama seperti 2009, debat 2014 juga dilaksanakan sebanyak lima kali.
Dua kali untuk capres, dua kali untuk cawapres, dan satu kali untuk capres-cawapres.
Rinciannya adalah debat pertama, ketiga, dan kelima untuk capres, kedua dan keempat untuk cawapres, debat kelima berpasangan.
Tahun 2019
Baca Juga: Line Next Raih Pendanaan Baru untuk Perluas Ekosistem Web3, Nilainya Mencapai Rp 2 Triliun Lebih
Pada pilpres 2019 juga terdapat dua paslon, yakni Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.
Sama seperti debat tahun sebelumnya, debat pilpres 2019 juga dilaksanakan sebanyak lima kali.
Pada debat capres-cawapres 2019, terdapat dua kali debat khusus capres, satu kali debat khusus cawapres, dan 2 kali debat dengan komposisi bersamaan capres-cawapres.
Format debat yang digunakan pun berbeda dengan 2014 yakni menggunakan dua sistem yakni pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup.
Baca Juga: Netflix Rambah Dunia Game, Janjikan Pengalaman yang Lebih Personal
Tahun 2024
KPU telah menetapkan tiga bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden sebagai peserta pilpres 2024, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (nomor urut 1).
Serta Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (nomor urut 2) dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. (nomor urut 3).
Sama seperti debat tahun sebelumnya, debat pilpres 2024 juga dilaksanakan sebanyak lima kali.
Format debatnya menghadirkan secara bersamaan capres-cawapres dalam 5 kali gelaran debat.
Sehingga tidak ada secara khusus debat cawapres. Berbeda dari pilpres sebelumnya yang formatnya 2 kali khusus capres, 1 kali khusus cawapres, dan 2 kali debat dengan komposisi bersamaan capres-cawapres.