JawaPos.com - Kotak suara yang berbahan karton masih hangat diperbincangkan oleh sejumlah masyarakat. Mereka mengkritik keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) lantaran khawatir dengan kecurangan.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyudin mengakui keputusan KPU dapat menimbulkan kekhawatiran dengan kecurangan pemilu. Apalagi sebelumnya, kecurangan kerap terjadi di setiap pemilu.
"Menggunakan bahan lebih keras dan kuat saja kecurangan banyak terjadi, apalagi dengan bahan yang lebih lunak. Bayangkan jika praktik kecurangan dilakukan di pelosok daerah yang sulit dipantau," kata Suhud kepada JawaPos.com, Selasa (18/12).
Suhud memaparkan bahwa pelaksanaan pemilu kali ini harus diadakan pengawasan yang lebih ketat dalam pemilu. Menurutnya, langkah ini untuk meminimalisir kecurangan pemilu.
"Dalam pelaksanaannya nanti harus ada upaya pemantauan yang lebih intensif lagi agar potensi kecurangan dapat dimininalisir," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman menyanggah bahwa kotak suara yang dibuat oleh pihaknya tersebut mudah rusak. Arief memastikan kotak suara berbahan karton kedap air aman untuk digunakan. Alasannya, model seperti ini juga dipilih karena lebih hemat.
"Penghematan perlu, tapi harus yang mendasar. Urusan kotak suara kok bicara hemat, sementara hutang BUMN dan gaji para elite mereka hambur-hamburkan," tandasnya.