JawaPos.com - Menghadapi anak yang sering menolak aturan bisa menjadi tantangan besar bagi hubungan anak dan orang tua.
Berdebat, berteriak, atau memaksa biasanya hanya membawa konflik dan perlawanan yang lebih besar.
Namun, ada cara yang lebih efektif dalam parenting dan menjadi sebuah formula ajaib yang membantu anak mematuhi aturan sejak awal tanpa drama yang harus anda terapkan.
Melansir dari laman YourTango pada Jumat (26/9), ketika menyangkut anak-anak yang melanggar aturan, permintaan yang paling masuk akal pun dapat memicu respons yang tidak kooperatif, pasif agresif, atau bahkan bermusuhan dari anak-anak Anda.
Ada tiga formula ajaib untuk membuat anak mendengarkan pada kesempatan pertama, yang dilansir dari laman YourTango.
Berikut pendekatan yang terbukti membangun kepatuhan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab sejak dini.
1. Katakan “tidak” dengan cara positif
Berlatihlah mengatakan tidak dengan cara yang positif, daripada langsung menolak dan terdengar kasar, gunakan bahasa yang menghormati perasaan anak sambil menjelaskan batasannya. Contohnya:
- Nyatakan fakta: kita tidak beli permen sekarang.
- Akui keinginan mereka: aku tahu kamu ingin bermain lebih lama, tapi sekarang sudah waktunya mandi.
- Beri alternatif: kamu bisa memilih filmnya, dan nanti aku yang menyiapkan popcorn.
Hal terpenting adalah menghindari ungkapan yang membebani emosi anak, seperti mama sedih kalau kamu tidak mendengarkan. Pesan semacam ini bisa menimbulkan rasa bersalah yang tidak sehat.
2. Tanggapi kesalahan dengan strategi yang sehat
Pelajari cara mengatasi perilaku buruk ketika mereka melakukan kesalahan. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar, saat anak lupa atau menolak aturan, orang tua bisa:
- Menerapkan konsekuensi yang sudah disepakati, tanpa memojokkan atau mempermalukan anak.
- Membiarkan anak bertanggung jawab atas tindakannya, misalnya mainan tetap berantakan sampai mereka merapikannya sendiri.
- Menghindari ceramah panjang dan cukup tegakkan aturan secara konsisten.
- Memvalidasi perasaan anak, seperti aku tahu kamu kecewa, sambil tetap membuka ruang diskusi.
3. Bangun hubungan yang kokoh dan komunikatif
Bangun hubungan yang lebih dalam dengan anak Anda, kepatuhan jangka panjang bukan soal otoritas mutlak, melainkan hubungan saling percaya.
Hanya sedikit dari kita yang memiliki model hebat untuk hubungan otoritas yang sehat dan efektif dengan anak, namun ada jalan tengah antara pola asuh otoriter yang keras. Anda dapat melakukan bebrapa car aini;
- Terapkan pola parenting otoritatif, yaitu kombinasi disiplin dan kasih sayang.
- Buat anak merasa aturan sebagai bagian dari kerjasama, bukan sekadar paksaan.
- Konsisten memberi contoh lewat sikap, kata-kata, dan emosi.
- Dengarkan pendapat anak terkait aturan agar mereka merasa dihargai.
Tiga formula ajaib untuk membuat anak mematuhi aturan sejak awal bukanlah trik instan, melainkan pola disiplin positif yang berlandaskan rasa hormat, konsistensi, dan komunikasi sehat.
Dengan mengatakan tidak secara positif, menerapkan konsekuensi yang jelas, serta membangun hubungan yang hangat, orang tua bisa menghindari drama sehari-hari.
Lebih dari itu, anak akan tumbuh dengan pemahaman bahwa aturan hadir bukan untuk mengekang, melainkan untuk melindungi dan menumbuhkan tanggung jawab. (*)