← Beranda

8 Cara Efektif Menidurkan Bayi saat Pilek, Orang Tua Baru Wajib Tahu!

Arin SutrioriniKamis, 29 Mei 2025 | 06.26 WIB
Ilustrasi menidurkan bayi yang sedang pilek (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernah terjaga hingga jam tiga pagi karena si kecil tidak berhenti menangis akibat pilek? Sebagian orang tua mengalami malam panjang saat bayi sulit tidur karena hidung tersumbat. 

Ketika bayi sakit, bukan hanya mereka yang menderita, orang tua pun bisa kehabisan energi. 

Dalam tahun pertamanya, bayi dapat mengalami hingga delapan kali pilek karena sistem imun yang masih berkembang. 

Kondisi ini sering menyebabkan gangguan tidur seperti terbangun lebih sering, tidur siang lebih singkat, hingga sulit kembali tidur setelah terbangun.

Menidurkan bayi yang pilek memang menantang. Namun, ada beberapa cara untuk membantu mereka tidur lebih nyenyak. 

Berikut ini sejumlah langkah yang bisa dilakukan agar bayi tetap mendapatkan waktu istirahat saat pilek, sebagaimana dikutip dari Pregnant Chicken.

Mengatasi Hidung Tersumbat Sebelum Tidur

Hidung tersumbat adalah salah satu penyebab utama bayi sulit tidur saat pilek. Beberapa cara untuk membantu meredakan hidung tersumbat antara lain:

  • Semprotan saline alami untuk melembapkan lendir kering.
  • Alat hisap lembut seperti Navage Baby Nasal Aspirator.
  • Balsem bayi dengan bahan seperti eucalyptus atau lavender untuk bayi di atas 3 bulan.
  • Meninggikan kepala tempat tidur untuk bayi di atas 12 bulan (dengan persetujuan dokter).

Untuk bayi di bawah 2 tahun, hindari balsem yang mengandung kamfer karena bisa berbahaya dan memperburuk pernapasan.

Menjaga Pola Makan dan Rutinitas Tidur

Bayi yang sedang pilek seringkali kurang nafsu makan, namun tetap perlu cukup cairan. Disarankan untuk:

  • Menyusui atau memberi susu formula lebih sering dengan waktu lebih singkat.
  • Memberi makan dengan posisi lebih tegak agar bayi lebih nyaman saat pilek.

Rutinitas tidur malam tetap perlu dijaga agar bayi merasa aman dan tenang. Tetap lakukan urutan kegiatan yang biasa seperti mandi, membaca buku, dan menyusu.

Lingkungan Tidur yang Nyaman dan Lembap

Lingkungan tidur yang tenang dan nyaman bisa membantu bayi tidur lebih nyenyak. Gunakan:

  • Tirai gelap untuk membuat suasana kamar lebih tenang.
  • Mesin white noise untuk menyamarkan suara sekitar.
  • Humidifier udara dingin untuk melembapkan ruangan dan meredakan iritasi saluran napas.
  • Duduk bersama bayi di kamar mandi beruap selama 10–15 menit sebelum tidur.

Selalu bersihkan humidifier secara rutin agar tidak menjadi tempat tumbuh jamur.

Waspadai Gejala yang Perlu Segera Ditangani

Meski sebagian besar pilek pada bayi bersifat ringan, penting untuk mengenali gejala yang membutuhkan penanganan medis segera. 

Napas cepat atau tampak kesulitan bernapas bisa menjadi tanda adanya komplikasi serius.

Demam di atas 38°C pada bayi di bawah tiga bulan harus segera dikonsultasikan ke dokter. Begitu juga jika demam pada bayi yang lebih besar tidak kunjung turun atau mencapai lebih dari 38,9°C. 

Bayi yang tampak sangat rewel, lesu, atau memiliki sedikit popok basah dalam sehari juga perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda dehidrasi.

Bayi butuh waktu untuk pulih, dan tidur yang nyaman bisa mempercepat proses penyembuhan. 

Dengan kesabaran dan strategi yang tepat, waktu tidur yang tenang bisa kembali tercipta, baik bagi bayi maupun orang tuanya.

EDITOR: Candra Mega Sari