JawaPos.com - Senyawa etanol hingga kini masih menjadi buah bibir masyarakat. Pasalnya, senyawa ini terkandung pada produk BBM yang diimpor oleh PT Pertamina Patra Niaga (PPN). Hal itu diduga menjadi penyebab keengganan pihak swasta untuk menyerap BBM tersebut.
Sejatinya, etanol memang telah biasa digunakan oleh berbagai penyedia BBM di sejumlah negara. Bahkan, penggunaan etanol memberikan sejumlah dampak positif seperti memperbaiki kualitas udara.
Harga Etanol yang Dijual Bebas
Menariknya, etanol sebenarnya dijual bebas di Indonesia untuk pelarut serbaguna pada keperluan teknis dan industri. Bahkan etanol juga sering digunakan sebagai pembersih komponen mesin ataupun pembersih permukaan logam atau kaca. Produk ini mudah dicari di toko kimia, otomotif, ataupun marketplace.
Salah satu produk yang seringkali menggunakan etanol adalah Mannol, merek lubrikan otomotif terkenal asal Jerman. Produk lain dari Mannol antara lain oli mesin dan pelumas, cairan rem dan radiator, cairan pembersih, dan lainnya.
Pada marketplace Tokopedia, harga etanol food grade 1 liter dengan kandungan etanol 96 persen berada pada kisaran Rp 37.500. Pada hospital grade 1 liter dengan kandungan etanol 70 persen berada di angka Rp 55.000. Berbeda lagi dengan etanol untuk keperluan teknis, untuk 1 liter dengan kandungan etanol 96 persen berada di angka Rp 36.000.
Teruntuk Harga Indeks Pasar (HIP) yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), harga etanol jenis bioetanol untuk periode Oktober 2025 sebesar Rp 9.263 per liter.
Dampak Kandungan Etanol pada BBM
Sementara itu, tentu menarik apabila mengetahui dampak kandungan etanol pada BBM itu sendiri. Seperti dijelaskan dari pakar bahan bakar dan pelumas, Tri Yuswidjajanto, salah satu dampak dari kandungan ini sendiri yakni menaikkan RON.
"Menaikkan RON, mengurangi emisi CO2, bersifat higroskopis (menyerap uap air). Dan jika air masuk ke bensin, etanol akan larut dalam air sehingga RON turun. Jika Etanol menguap pun RON juga akan turun," kata Tri saat dihubungi JawaPos.com.
Selain itu, kandungan etanol juga berpotensi menyebabkan seal melar (swelling) pada kendaraan-kendaraan lama. Bahkan, bisa juga membuat hasil pembakaran cenderung berfasa cair sehingga bisa menyebabkan kontaminasi ke dalam pelumas dan berpotensi menimbulkan karat, terutama pada kendaraan yang keausan silinder-ring piston sudah tinggi.
Baca Juga: Dianggap Lumrah, Pertamina sebut Amerika hingga Brasil Juga Pakai Etanol untuk BBM
Menurut Tri, secara umum kendaraan saat ini bisa menerima bensin dengan campuran etanol hingga 20 persen. Di sisi lain, untuk mendapatkan keuntungan saat menjual BBM dengan kandungan etanol juga tak boleh sembarangan dan memerlukan trik khusus.
"Butuh aditif paket deterjen lebih banyak sehingga mengurangi margin kalau dijual dengan harga tetap atau harus dijual dengan harga lebih tinggi jika tidak ingin margin berkurang," jelasnya.