← Beranda

Waspadai Mobil Oleng Tiba-Tiba saat Berkendara, Simak 8 Cara Mengatasinya Jika Terjadi pada Mobilmu

Nanda PrayogaSelasa, 22 Juli 2025 | 09.20 WIB
Ilustrasi truk oleng dan tergelincir akibat pecah ban. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

JawaPos.com - Mobil yang tiba-tiba oleng saat dikemudikan bisa menjadi pengalaman yang menegangkan dan berbahaya.

Kondisi ini tak hanya disebabkan oleh satu faktor tunggal, tetapi bisa dipicu oleh berbagai hal, mulai dari masalah teknis pada kendaraan hingga kondisi jalan yang buruk. 

Oleh karena itu, penting bagi pengemudi untuk memahami penyebab dan tindakan darurat yang perlu dilakukan guna menjaga keselamatan diri serta pengguna jalan lain.

Menangani mobil oleng membutuhkan respons cepat namun tetap tenang. Ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan menjaga kendaraan tetap terkendali. 

Mulai dari menjaga kestabilan setir hingga memeriksa kondisi ban dan sistem kemudi, berikut 8 cara yang bisa kamu terapkan ketika menghadapi situasi ini di jalan, seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia.

1. Jaga Ketenangan dan Pegang Setir dengan Stabil

Langkah pertama saat mobil mulai terasa oleng adalah tetap tenang dan fokus. Hindari kepanikan yang bisa memperburuk situasi.

Pegang setir dengan mantap menggunakan kedua tangan di posisi jam 9 dan 3. Usahakan kendaraan tetap pada jalurnya. Jika mobil condong ke satu sisi, imbangi arah dengan gerakan setir yang lembut dan hindari manuver mendadak.

2. Kurangi Kecepatan Secara Bertahap

Saat mobil oleng, segera kurangi kecepatan dengan perlahan. Lepas pedal gas secara bertahap, dan jika perlu mengerem, lakukan secara lembut untuk menghindari kehilangan kendali.

Pengereman mendadak justru bisa membuat mobil semakin tidak stabil, terutama jika ban atau suspensi dalam kondisi tidak optimal.

3. Segera Cari Lokasi Aman untuk Berhenti

Jika mobil sudah mulai stabil, segera arahkan kendaraan ke tempat yang aman untuk berhenti, seperti bahu jalan atau area parkir terdekat.

Nyalakan lampu hazard sebagai tanda peringatan bagi pengendara lain, dan pastikan tidak berhenti secara tiba-tiba di tengah jalan demi menghindari potensi tabrakan.

4. Cek Tekanan dan Kondisi Ban

Tekanan ban yang tidak sesuai kerap menjadi penyebab utama mobil terasa oleng. Setelah berhenti di tempat aman, periksa tekanan ban menggunakan alat ukur.

Jika angkanya di bawah standar pabrikan, segera isi angin atau gunakan ban cadangan jika diperlukan. Gejala seperti mobil bergoyang saat melaju kencang atau permukaan ban yang aus secara tidak merata bisa menjadi tanda adanya masalah pada ban.

5. Evaluasi Sistem Suspensi

Sistem suspensi berperan penting dalam menjaga kenyamanan dan kestabilan kendaraan. Per yang lemah, shockbreaker bocor, atau komponen lainnya yang rusak bisa menyebabkan mobil limbung saat melewati jalan bergelombang.

Jika terdengar bunyi aneh dari bawah mobil atau kendaraan terasa tidak stabil, segera periksakan suspensi ke bengkel terpercaya.

6. Periksa Komponen Kemudi

Masalah pada sistem kemudi juga dapat menyebabkan mobil oleng. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain setir terasa berat, sulit diarahkan, atau muncul suara tak biasa saat memutar kemudi. Jika mengalami gejala ini, sebaiknya jangan tunda pemeriksaan lebih lanjut.

7. Pastikan Beban Mobil Terdistribusi Merata

Distribusi beban yang tidak seimbang, terutama saat membawa barang berat, dapat menyebabkan mobil miring atau tidak stabil.

Letakkan barang berat di bagian tengah kendaraan dan hindari melebihi kapasitas muatan. Jika mobil terasa berat sebelah atau oleng saat berbelok, bisa jadi pembagian beban di dalamnya tidak ideal.

8. Hindari Jalan Rusak Berlebihan

Jalan berlubang atau bergelombang bisa merusak komponen kendaraan dan menyebabkan mobil oleng, terlebih jika sistem suspensi dan ban tidak prima. Kurangi kecepatan saat melewati jalan rusak dan gunakan jalur alternatif jika memungkinkan. 

Paparan terus-menerus pada kondisi jalan buruk dapat mempercepat kerusakan pada ban, suspensi, dan stabilitas kendaraan secara keseluruhan.

 

 

 

EDITOR: Bayu Putra