JawaPos.com–Kondisi ban perlu dicek secara berkala. Hal itu harus dilakukan untuk menghindari risiko yang berhubungan dengan ban mobil menipis. Apalagi saat ini sudah mulai masuk musim hujan dan di beberapa daerah, sudah mulai rutin diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Kedalaman tapak ban adalah indikator utama apakah ban masih dalam kondisi baik atau sudah tipis. Ban dengan kedalaman tapak di bawah 1,6 mm sebaiknya segera diganti. Beberapa ban dilengkapi dengan indikator keausan (TWI), yang memudahkan Anda untuk mengetahui kapan ban perlu diganti.
Amati Kondisi Fisik Ban
Periksa apakah ada retakan, tonjolan, atau kerusakan lain pada permukaan ban. Kerusakan semacam ini bisa menjadi tanda bahwa ban sudah tidak aman digunakan, apalagi di musim hujan.
Periksa Tekanan Angin Ban
Pastikan tekanan angin pada ban selalu sesuai dengan rekomendasi pabrik. Tekanan ban yang kurang atau berlebih bisa mempengaruhi kinerja ban, terutama di kondisi jalan basah.
Merawat dan mengecek ban mobil bisa dibilang merupakan investasi kecil yang bisa memberikan dampak besar terhadap keselamatan dan kenyamanan berkendara, terutama saat musim hujan.
Jika Anda mendapati ban mobil sudah mulai tipis, jangan tunda untuk menggantinya. Ban yang tipis tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di kondisi jalan basah seperti saat musim hujan.
Mengganti ban yang aus dengan ban baru akan memberikan traksi yang lebih baik, meningkatkan pengereman, dan mengurangi risiko tergelincir. (*)