← Beranda

Cek Fakta Peminat Sepeda Motor Listrik Semakin Tumbuh

Dony Lesmana Eko PutraRabu, 28 Agustus 2024 | 02.33 WIB
Pertumbuhan sepeda motor listrik di Indonesia tumbuh, banyak pilihan model yang ditawarkan.

JawaPos.com - Populasi kendaraan roda dua dengan tenaga listrik semakin tumbuh, ini artinya penerimaan masyarakat semakin positif. Di sisi lain dukungan pemerintah dalam pemberian subsidi atau potongan harga Rp 7 juta juga menjadi faktor tumbuhnya populasi.

Hal ini diyakini angka yang ditargetkan dalam pemberian subsidi bisa tercapai bahkan bisa lebih. Karena bila melihat catatan dari situs resmi Sistem Informasi Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Roda Dua (SISAPIRa) jumlah sepeda motor listrik bersubsidi yang sudah ditangan konsumen mencapai 30.066 unit.

Sedangkan sebanyak 4.300 unit masih dalam status terverifikasi, dan 20.299 unit dalam proses pendaftaran. Bila melihat dari angka tersebut dalam waktu empat bulan yang tersisa di 2024 ini (yakni September – Desember) semua jumlah itu akan terselesaikan.

Artinya penjualan sepeda motor listrik bersubsidi akan melampuai target yang telah ditetapkan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setyadi ada beberapa hal yang mendongkrak animo masyarakat untuk memiliki sepeda motor listrik.

Hal pertama adalah ringannya biaya perawatan dan operasional sepeda motor listrik lebih murah dibanding sepeda motor konvensional atau bermesin bensin.

Seperti diketahui, sepeda motor listrik tidak ada setiap periodek mengalami penggantian oli seperti halnya kendaraan konvensional. Selain itu biaya servinya tergolong murah begitu juga dengan biaya pengisian daya baterai.

Hal kedua adalah saat ini semakin banyaknya Stasiun Pengisian Daya Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Melihat data Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (DJEBTKE) Kementerian ESDM menyebut hingga akhir Juli 2024, telah ada 1.810 SPKLU di Tanah Air, dan 1.882 Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

Hal ketiga yang menjadi penyebab adalah semakin meluasnya jaringan penjualan dan layanan purna jual yang dibangun merek kendaraan listrik khususnya roda dua di Indonesia.

Bahkan beberapa merek menawarkan banyak model dan varian harga yang menarik konsumen untuk meminang. Selain itu perusahaan financial juga memberikan dukungan dalam kepemilikan dengan cara kredit. 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra