JawaPos.com - Tak jarang kesalahan ini terjadi pada pengguna mobil matik saat melakukan parkir, yaitu dalam penggunaan rem tangan. Meskipun keberadaan letak rem tangan berbeda-beda, namun mempunyai fungsi yang sama.
Biasanya yang banyak terjadi pada pengguna mobil matik saat menyudahi parkir seringkali memindahkan tuas transmisi ke posisi Parkir (P) sebelum menarik rem tangan. Ini yang menyebabkan kompenen gearbox pada mobil matik cepat rusak.
Seharusnya yang dilakukan adalah rem tangan dulu yang ditarik baru tuas transmisi dipindah ke posisi P. Sebagai pemilik mobil dulu sistem transmisi matik yang ada seperti apa. Bila didorong ke posisi P sebelum rem tangan diaktifkan, berarti yang terkunci gear box.
Kalau terlalu sering dilakukan malah membuat Gear lebih cepat rontok. Jadi yang benar, rem tangan dulu diaktifkan. Baru sebagai pengaman tuas transmisi di pindah ke posisi P.
Ya, menggeser transmisi ke posisi Parkir (P) lebih dulu seperti sudah menjadi kebiasaan. Tapi, ini kebiasaan yang salah. Bila menarik rem tangan pastikan bunyi 4 sampai 7 tek atau krek saat ditarik.
Namun bila rem tangan saat ditarik bunyi lebih dari 7 kali sebaiknya Anda wajib membawa mobil ke bengkel untik dilakukan penyetelan. Anda juga tak perlu menggunakan rem tangan terlalu sering dan hanya diperlukan saja.
Bagi pengguna mobil dengan transmisi manual, tidak jauh berbeda. Setelah mobil berhenti, pindahkan dulu tuas transmisi ke netral, kemudian tarik rem tangan. Setelah itu, jika ingin dikunci bisa pindahkan ke transmisi posisi gigi tertentu.
Tarik rem tangan. Saat mobil dalam kondisi mati baru dorong tuas ke posisi gigi satu. Bila parkir di tempat yang miring tambahkan pengganjal roda untuk meringankan kerja rem tangan.