← Beranda

Supply dan Demand Tak Seimbang Bikin Talenta IT Sulit Dicari dan Mahal

Rian AlfiantoJumat, 5 Mei 2023 | 13.49 WIB
Ilustrasi: Indonesia kekurangan banyak talenta IT. (HRPods).
JawaPos.com - Startup atau perusahaan rintisan dunia menghadapi banyak tantangan sepanjang 2023. Salah satunya, biaya operasional yang terlanjur membengkak, sedangkan investor mulai wait and see menggelontorkan dananya seiring risiko ekonomi global saat suku bunga tinggi. 
 
Kondisi itu membuat startup berbenah dan dituntut lebih efisien, tapi tetap dengan target bisnis yang harus berkembang serta profitable atau menguntungkan agar arus kas tetap lancar.
 
Baca Juga: Belum Dulang Medali Emas, Indonesia Masih Berada di Peringkat 5 Klasemen SEA Games 2023
 
Meskipun begitu, iklim startup di Indonesia masih cukup bagus. Beberapa startup baru pun kerap bermunculan. Hal itu terlihat dari total 260 startup di Indonesia yang mendapatkan pendanaan sepanjang 2022, 34 persen pendanaan disalurkan untuk startup seed funding. 
 
Artinya, di tengah ketidakpastian ekonomi global, masih banyak startup lokal yang berupaya terus bertumbuh dengan agresif. Bahkan, menurut data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, saat ini Indonesia menduduki peringkat ke-6 sebagai negara dengan jumlah startup terbanyak, yakni sejumlah 2.400 di tahun 2022.
 
Baca Juga: BMKG: Sebagian Besar Wilayah di Indonesia Berpotensi Alami Hujan Lebat
 
Namun, jumlah startup yang cukup banyak di Indonesia itu justru memicu masalah sulitnya membangun tim IT sebagai fondasi utama para perusahaan rintisan. Melalui sebuah diskusi, Prasetyo Gema, Chairman and Co-Founder Barito Integra Teknologi menjelaskan bahwa hal ini disebabkan karena hampir semua startup sedang berlomba-lomba meningkatkan skala bisnisnya meski kondisi ekonomi secara global masih cukup menantang.
 
"Namun, supply talent IT di Indonesia masih sangat terbatas. Belum lagi masalah proses perekrutan yang juga berhubungan dengan headhunter berpotensi memakan biaya tinggi," jelasnya di Jakarta, Kamis (4/5) kemarin.
 
Baca Juga: Menaker: Banyak Alumni Pemagangan Jepang Sukses Jadi Pengusaha
 
Tidak hanya itu, membangun sistem pendukung untuk tim IT juga bukanlah perkara mudah, dibutuhkan rekrutmen teknologi, manajemen kualitas produk, hingga proses mengintegrasikan produktivitas antar tim IT umumnya membutuhkan waktu yang lama. 
 
"Artinya, startup yang ingin tumbuh lebih cepat akan lebih sulit untuk dimonitoring hingga maintain," lanjut Prasetyo.
 
Akhirnya, banyak startup mengambil jalan tol dengan merekrut talent IT andalan dari kompetitor dengan tawaran gaji selangit. Kondisi itu membuat beban gaji startup meningkat, sedangkan keberadaan talent IT tadi belum tentu menyelesaikan masalah.  
 
Baca Juga: Timnas Voli Putra Indonesia Segel Tiket Babak Semifinal SEA Games 2023
 
Dirinya menambahkan, berkaca dari banyaknya tantangan dalam mencari talent IT lokal, beberapa startup pun memilih merekrut konsultan IT dari luar negeri, seperti India. Harapannya, konsultan dari luar negeri bisa lebih capable karena sudah sering mengerjakan proyek di luar negeri dan tidak ada masalah soal bahasa dan budaya. 
 
"Namun, tetap saja, solusi itu memakan biaya yang tidak murah. Melalui berbagai permasalahan dalam membentuk tim IT di startup Indonesia, hal itu telah menginspirasi Barito Integra Teknologi (BIT), sebagai konsultan pengembangan perangkat lunak untuk mengakomodasi permasalahan tersebut," terangnya.
 
Barito Integra Teknologi pun disebut siap membantu startup yang sedang kesulitan untuk scale-up bisnis dengan menyediakan talent IT yang capable dan sesuai dengan kebutuhannya. 
 
Baca Juga: Raymond Sihombing Juarai Festival Musik 'Road to Yalta' di Moskow
 
Dengan pengalaman lebih dari delapan tahun dalam membantu pembentukan serta pengembangan tim IT dari berbagai industri seperti, perusahaan manufaktur, migas, MRE (Pertambangan, Sumber daya alam, dan Energi), hingga Industri Jasa Keuangan, pihaknya mengetahui semua best practice untuk mendorong startup bisa tumbuh lebih cepat.
 
"Apalagi, Barito Integra Teknologi diisi oleh SDM yang berpengalaman di bidang IT dan mudah beradaptasi dengan model bisnis setiap kliennya. Hal itu terepresentasikan dengan sistem yang transparan untuk mencapai tujuan klien," ungkapnya.
 
Cara mencapai tujuan klien disebut akan dibahas secara sistematis dan transparan seperti, apa yang diekspektasikan klien, bagaimana cara untuk mencapai ekspektasi tersebut, serta report perkembangan selanjutnya.
 
Baca Juga: Siapkan Payung, Jakarta Diprediksi Hujan Lagi Hari Ini
 
Tim Barito Integra Teknologi pun digadang-gadang bisa menghapus barrier dengan perusahaan klien sehingga komunikasi lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan. Berbagai kelebihan dari transparan, mudah beradaptasi, hingga tidak ada batas antara klien dengan vendor yang menciptakan kepuasan atas layanan dan hasil yang didapatkan oleh klien.
 
Selain itu, tingkat ketidakpastian ekonomi yang tinggi, seperti risiko resesi global di 2023, membuat Barito Integra Teknologi berencana meluncurkan layanan terbaru yang disebut foster services, yakni sebagai penghubung antara perusahaan startup atau besar dengan talent-talent bidang IT andal.
EDITOR: Banu Adikara