← Beranda

OpenAI Catat Rekor Pendapatan Baru, Tembus Rp 31 Triliun Lebih, Bakal Dimanfaatkan untuk Bikin Chip

Rian AlfiantoSenin, 12 Februari 2024 | 20.00 WIB
Perusahaan teknologi rintisan OpenAI.
 
JawaPos.com - OpenAI, perusahaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang didukung oleh raksasa teknologi Microsoft, telah mencapai tonggak pendapatan yang luar biasa. OpenAI dikabarkan sudah melampaui USD 2 miliar atau berkisar Rp 31 triliun lebih pada bulan Desember 2023. 
 
Pencapaian tersebut, pertama kali dilaporkan oleh Reuters dan kemudian dikuatkan oleh The Financial Times. Hal tersebut menandakan lintasan luar biasa bagi perusahaan yang berbasis di San Francisco, didorong oleh dengan meningkatnya minat klien korporat terhadap alat AI generatifnya.
 
Lonjakan pendapatan ini disebabkan oleh produk inovatif OpenAI, khususnya penawaran ChatGPT, yang telah banyak diadopsi di berbagai industri. Pendapatan tahunan perusahaan melonjak hingga lebih dari USD 1,6 miliar pada bulan Desember, sebuah lompatan signifikan dari USD 1,3 miliar yang dilaporkan dua bulan sebelumnya, sebagaimana dicatat oleh The Information.
 
Antusiasme pasar terhadap OpenAI terlihat jelas, dengan investor menilai startup ini dengan nilai yang sangat mengejutkan yaitu USD 80 miliar. Memanfaatkan momentum ini, CEO Sam Altman telah aktif terlibat dalam diskusi dengan calon investor, termasuk tokoh terkemuka seperti Sheikh Tahnoon bin Zayed al-Nahyan dari Uni Emirat Arab untuk mendapatkan pendanaan bagi inisiatif transformatif.
 
Visi ambisius Altman mencakup pendirian perusahaan pembuat chip, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pembuatan chip global dan meningkatkan kemampuan AI. Laporan dari Bloomberg menunjukkan bahwa rencana Altman memerlukan pembangunan fasilitas manufaktur modern, memerlukan pendanaan puluhan miliar dolar dan memerlukan waktu beberapa tahun untuk penyelesaiannya.
 
Pemain kunci dalam pembicaraan pendanaan ini termasuk TSMC dari Taiwan dan Softbank, yang menggarisbawahi pentingnya upaya OpenAI secara global. Keterlibatan Sheikh Tahnoon, mengingat peran strategisnya dalam mengelola dana investasi yang signifikan di UEA, semakin menggarisbawahi kepentingan internasional terhadap inisiatif OpenAI.
 
Meskipun rincian mengenai struktur usaha pembuatan chip baru ini masih dirahasiakan, sumber memperkirakan bahwa OpenAI akan menjadi klien awalnya. Langkah ini sejalan dengan laporan sebelumnya yang mengisyaratkan eksplorasi OpenAI dalam memproduksi chipsetnya untuk mengatasi meningkatnya permintaan chip AI, yang dipicu oleh meluasnya adopsi aplikasi AI seperti ChatGPT.
 
Kekurangan chip AI, yang diperburuk oleh meningkatnya permintaan, telah mendorong OpenAI untuk mendiversifikasi pemasok chipnya di luar Nvidia dan menjajaki peluang kolaborasi dengan produsen lain. Langkah strategis ini menggarisbawahi komitmen OpenAI untuk mendorong inovasi dan memenuhi kebutuhan pelanggannya yang terus berkembang.
EDITOR: Estu Suryowati