← Beranda

Mengenal Sosok Soichiro Pendiri Honda, Masa Kecilnya Jauh dari Otomotif hingga Pernah Jadi Pengasuh Bayi

NicolausSelasa, 31 Oktober 2023 | 00.28 WIB
Ilustrasi potret Soichiro Honda.

JawaPos.com - Eksistensi produsen otomotif Honda hingga saat ini boleh dibilang masih tetap berada di level teratas.

Honda dikenal pabrikan yag sukses menghasilkan berbagai produk terbaik di berbagai kelas baik di sektor sepeda motor hingga kendaraan roda empat. Tapi sebelum berjaya Honda memiliki sejarah yang panjang.

Soichiro Honda selaku pendiri perusahaan tersebut baru mendirikan perusahaannya pada tanggal 24 September 1948.

Baca Juga: Honda Siapkan SUSTAINA-C, Body Mobil Ramah Lingkungan Dan Gunakan Panel Surya

Ketertarikannya akan dunia kendaraan motor menjadi bekal utamanya mengetahui lebih dalam dunia otomotif.

Bahkan pria kelahiran 17 November 1906 itu sampai sempat menggadaikan perhiasan sang istri demi kembali bersekolah mendalami lebih jauh dunia yang membesarkannya.

Sering berjalannya waktu, pada tahun 1948 Honda memulai produksi sepeda motor sebagai presiden Honda Corporation.

Baca Juga: Kembali Digelar, HBD 2023 Sukses Kumpulkan Puluhan Ribu Bikers Honda dari Seluruh Indonesia

Honda mengubah perusahaan tersebut menjadi sebuah perusahaan multinasional berharga milyaran yang memproduksi sepeda motor terlaris di dunia.

Soichiro Honda sangat mencintai dunia otomotif dan motor, meskipun ia awalnya tidak mengenyam dunia pendidikan formal dalam dunia otomotif, namun ia tetap memiliki semangat dan cita-cita yang sangat tinggi.

Awalnya ia tidak langsung terjun ke dunia mesin seperti yang ia inginkan, melainkan ia bekerja sebagai cleaning service sambil mengasuh bayi pemilik bengkel Art Shokai.

Baca Juga: Honda dan Yamaha Berikan Garansi Rangka 5 Tahun, Apa Bedanya?

Sampai 6 tahun kemudian ia dipercaya membuka cabang Art Shokai di Hamamatsu, dan bengkel itulah yang membuka jalan selanjutnya.

Setelah Perang Dunia Ke II, ia memiliki ide memasang mesin pada sepeda yang merupakan cikal bakal sepeda motor di kemudian hari.

Awalnya ia memanfaatkan mesin-mesin bekas perang, dan di awal penjualannya respon masyarakat sangat luar biasa dan dengan sangat cepat menjadi sangat laku.

Di saat perusahaannya sempat akan bangkrut, ia bertemu dengan Takeo Fujisawa, dan dibantu untuk mengelolah keuangan perusahaannya.

Hingga saat ini nama Honda masih menjadi idaman masyarakat dunia dalam memilih jenis kendaraan yang diinginkan.

EDITOR: Nicolaus