← Beranda

Penurunan TPT dan Peran Pelatih Pramuka Produktif

Ng. Tirto Adi MPSenin, 2 Desember 2024 | 16.13 WIB
Ng. Tirto Adi

”Di sini senang, di sana senang. Di mana-mana hatiku senang. Tangan dilambai-lambai. Pinggul digoyang-goyang. Kaki dihentak-hentak. Putar badan. Trala lalala lalala lalala lalala…” (Anonim, Lagu Anak Populer)

Setiap orang yang pernah mengikuti pendidikan kepramukaan pasti mengenal lagu di atas. Lagu anak populer itu sesungguhnya memiliki makna mendalam. Namun, secara tekstual umumnya dimaknai secara biasa saja: ”di sini senang, di sana senang” an sich.

Padahal, secara substansial, makna ”di sini dan sekarang” (hic et nunc) tidak hanya secara sempit menunjuk lokalitas. Lebih dari itu adalah saat kita hidup di dunia ini. Sementara, ”di sana dan nanti” (ibi et tunc) merujuk pada kehidupan setelah dunia, yakni akhirat. Baik hidup di dunia maupun di akhirat, kita harus senang atau bahagia (felix/felicis).

Itulah tujuan Gerakan Pramuka, cita-cita kehidupan yang dikiaskan: hidup bahagia, mati bahagia (vita felix, mors felix). Pramuka membekali kaum muda dengan karakter, scouting skills, dan nilai kebangsaan.

Dalam konteks itulah, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur (Kwarda Jatim) bekerja sama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka casu quo Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Tingkat Nasional (Pusdiklatnas) menggelar KPL (Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan).

Dalam kurun 2024, Kwarda Jatim menghelat KPL di tiga tempat, yakni Jember (27 Oktober–2 November), Malang (17–23 November), dan Blitar (15–21 Desember). Tema yang diangkat adalah ”Peran Pelatih dalam Mewujudkan Pramuka Produktif”.

Tema itu didasarkan pada fakta bahwa TPT (tingkat pengangguran terbuka) di Indonesia maupun Jawa Timur masih tergolong cukup tinggi. Berdasar data BPS, di Jawa Timur, dari 41,4 juta penduduk, angka TPT pada 2023 masih tercatat 4,88 persen. Kendati diproyeksikan turun pada 2024 menjadi 4,19 persen, angka tersebut masih tergolong cukup tinggi.

Kondisi itu menunjukkan masih adanya anak-anak bangsa di republik ini yang tidak produktif.

Pramuka Produktif

Pramuka produktif adalah puncak kinerja Pramuka yang menghasilkan karya sehingga dapat diapresiasi orang lain serta bermanfaat secara luas (Kwarda Jatim, 2022). Pramuka produktif berada pada lingkup aktivitas produktif untuk membangun kemandirian Pramuka yang meliputi, pertama, produktif wirausaha.

Yaitu, mendorong Pramuka membangun perusahaannya sendiri. Sekecil apa pun per-usaha-an yang diwujudkan, jika itu usaha ”sendiri”, Pramuka adalah leader atau manajernya.

Kedua, produktif digital, yakni mendorong Pramuka memanfaatkan dunia digital dan mendayagunakannya untuk aktivitas produktif. Tren dunia digital merupakan peluang yang menjanjikan.

Ketiga, produktif ketahanan pangan dan lingkungan, yakni mendorong Pramuka melakukan rekayasa di bidang pangan untuk keberlangsungan hidup. Konsentrasi di sektor pangan dan energi merupakan kebutuhan sekaligus bisa menjadi pasar yang tak pernah mati.

Keempat, produktif jasa dan kesehatan. Yaitu, mendorong Pramuka mampu melihat ”ruang antara” untuk menciptakan usaha jasa.

Kelima, produktif wisata dan budaya. Yakni, mendorong Pramuka kreatif menciptakan usaha alternatif di sektor wisata. Misalnya, wisata pendidikan yang bisa diperkaya dengan unsur-unsur kebudayaan.

Kontribusi Pelatih

Pelatih adalah predikat tertinggi dalam pendidikan kepramukaan. Pelatih bertugas melatih pembina Pramuka, sementara pembina Pramuka bertugas membina peserta didik.

Berdasar SK Kwarnas Gerakan Pramuka 048-2018 tentang Sistem Diklat Kepramukaan, materi muatan lokal dapat diisi praktisi DUDI (dunia usaha dunia industri) atau pengusaha lokal yang sukses. Mendapat pengalaman berwirausaha atau entrepreneurial spirit dapat mengimbaskannya pada diri peserta didik.

Karena itu, pelibatan institusi kantor/lembaga lain terkait seperti BPS, Kemenaker, BUMN/D, Kemkop-UMKM, Kemen Pariwisata selain DUDI, dalam kediklatan Pramuka sangatlah penting. (*)


*) NG. TIRTO ADI MP, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo; doktor Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang

EDITOR: Dhimas Ginanjar