JawaPos.com - Menjelang arus mudik tahun ini, Korlantas Polri menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas di sejumlah jalur utama yang akan dilalui pemudik. Mulai ganjil genap hingga pembatasan kendaraan besar.
Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Aries Syahbudin menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah mematangkan skenario pengamanan arus mudik.
Tujuannya untuk memastikan pemudik merasa aman dan nyaman selama perjalanan. One way dan ganjil genap kembali menjadi opsi dalam strategi pengendalian arus.
Sebelum menerapkan one way dan ganjil genap, Korlantas lebih dulu menerapkan pembatasan operasional kendaraan besar.
”Pembatasan angkutan berat di tol dan non tol akan diberlakukan pada H-8 lebaran, atau pada Jumat, 13 Maret pukul 12.00 WIB,” ungkap dia kepada awak media pada Selasa (3/3).
Setelah itu, rekayasa lalu lintas lain diterapkan secara bertahap. Dimulai dengan contra flow mulai H-4 sampai H+1 Idul Fitri.
Rekayasa lalu lintas tersebut dilaksanakan dari Gerbang Tol (GT) Karawang Barat di Kilometer 47 sampai Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) di Kilometer 70.
Dari Kilometer 70 Tol Japek sampai Gerbang Tol Banyumanik di Kilometer 421, Korlantas Polri memberlakukan one way.
Rekayasa lalu lintas itu akan diberlakukan mulai H-4 sampai H-1 Idul Fitri. Periode rekayasa lalu lintas one way sama dengan penerapan ganjil genap.
”Ganjil genap saat arus mudik akan diberlakukan di Tol Japek (Kilometer 47) sampai GT Kalikangkung (Kilometer 414) pada H-4 sampai H-1 lebaran. Di Tol Cikupa (Kilometer 31) sampai Merak (Kilometer 98) ganjil genap berlaku di waktu yang sama,” terang Aris.
Khusus arus balik, Korlantas Polri menerapkan one way dari Gerbang Tol Banyumanik sampai Gerbang Tol Japek mulai H+2 sampai H+9 Idul Fitri.
Pada periode yang sama, contra flow diterapkan dari Gerbang Tol Japek sampai Gerbang Tol Karawang Barat.
”Untuk ganjil genap di arus balik mudik, akan diberlakukan pada H+2 sampai H+8 di Gerbang Tol Kalikangkung sampai Gerbang Tol Japek dan Tol Merak sampai Gerbang Tol Cikupa,” jelasnya.
Puncak Arus Mudik Bisa Dua Kali
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus mudik tahun ini terjadi dua kali.
Prediksi itu disampaikan oleh Jenderal Sigit merujuk hasil survei yang telah dilakukan oleh jajaran Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026 di Gedung PTIK, Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (2/3), Sigit menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 berlangsung mulai 12-25 Maret. Di antara tanggal tersebut, Polri memprediksi puncak arus mudik terjadi dua kali.
”Puncak arus mudik (pertama) kemungkinan terjadi tanggal 14 sampai dengan 15 Maret,” ucap dia.
Setelah itu, pemerintah menerapkan kebijakan Work From Anywhere atau WFA pada 16 dan 17 Maret.
Kebijakan itu diperkirakan akan menarik pergerakan pemudik menjelang Idul Fitri. Sehingga puncak arus mudik kedua diprediksi terjadi pada 18 DAN 19 Maret mendatang.
Serupa dengan tahun-tahun sebelumnya, setiap kali puncak arus mudik terjadi akan disertai dengan peningkatan aktivitas serta volume kendaraan.
Untuk itu, dia mewanti-wanti seluruh jajaran kepolisian agar dapat melakukan pengaturan arus lalu lintas dengan baik. Apalagi Idul Fitri tahun ini juga hampir bersamaan momennya dengan Nyepi.
”Sehingga perlu adanya pengaturan penyeberangan antara Jawa Timur dengan Bali karena menghormati Hari Raya Nyepi,” kata Sigit.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu menyampaikan bahwa puncak arus balik juga diperkirakan terjadi dalam dua gelombang.
Yakni gelombang pertama pada 24 dan 25 Maret dan gelombang kedua pada 28 sampai 29 Maret mendatang.
”Bila diperlukan Polri akan melaksanakan operasi lanjutan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan,” ujarnya.