← Beranda

Manfaat Program JKN Nyata, Operasi Katarak Hadir Tanpa Keluar Biaya

Puput PuspitasariSabtu, 31 Januari 2026 | 21.05 WIB
Agus Hadianto menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk berobat dan mengecek Riwayat kesehatannya.

JawaPos.com – Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) nyata dirasakan masyarakat Magelang, Jawa Tengah. Bukan hanya karena biaya pengobatan gratis ditanggung BPJS Kesehatan, tapi fasilitas kesehatannya juga semakin baik.

Pengalaman itu dibagikan oleh Agus Hadianto. Sebagai peserta JKN ia menyadari adanya sistem rujukan berjenjang. Sejak periksa ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), Hadi sudah merasakan atmosfir itu.

Ia mendapatkan pelayanan baik. Dokter pun memberikan informasi secara jelas, mengenai kondisi mata kanannya yang harus dioperasi karena katarak. Ia pun mendapatkan rujukan ke RSUD Tidar Kota Magelang. Tindakan operasi itu dilakukan pada 2017.

“Rumah sakitnya sudah makin bagus, tenaga kesehatannya juga ramah-ramah, dan kebetulan pada saat itu, RSUD Tidar punya alat baru untuk operasi mata. Nah, saya termasuk yang awal memakai alat itu,” tutur Hadi, Jumat (30/1/2026).

Hasil operasinya memuaskan. Penglihatannya lebih jernih, dan bisa melihat warna lebih jelas. Pemulihannya pun lebih cepat. Meski rangkaian untuk periksa mata sangat banyak, Hadi tak mengeluarkan biaya sepeserpun, bahkan sampai jatah kontrol habis.

“Sangat nyaman, dan dalam waktu dekat sekitar Februari, dokter sudah menyarankan untuk tindakan operasi mata sebelah kanan, karena ada kataraknya juga,” tuturnya.

Tidak dipungkiri, mulanya ia sempat khawatir menjalani operasi menggunakan JKN. Ia takut dilayani secara berbeda. Takut hasilnya mengecewakan.

Rasa ragu itu terpatahkan. Ia mantap berobat menggunakan JKN, setelah petugas rumah sakit memberikan informasi terperinci mengenai hak-hak peserta JKN.

Ia pun menyadari, jika operasinya dilakukan dengan biaya mandiri, tentu akan mengurangi saldo tabungan yang telah lama ia persiapkan untuk masa depan ketiga anaknya. Tindakan operasi pun akhirnya dilakukan pada tahun 2016.

“Setelah saya jalani, berobat dengan JKN sangat memuaskan,” ungkapnya.

Dari pengalamannya itu, ia merasakan adanya peningkatan kualitas layanan kesehatan di era JKN. Fasilitas rumah sakit makin canggih, pelayanan makin mudah, tenaga kesehatan juga semakin ramah.

“Saya merasakan kesetaraan, karena meskipun pakai BPJS Kesehatan, alat operasi yang digunakan juga sama dengan pasien umum lainnya,” ujarnya.

Istrinya Hadi, Vita Yektiani juga merasakan manfaat program JKN. Sudah sekitar 15 kali ia harus bolak-balik ke fasilitas kesehatan untuk mengobati cedera engkel yang dideritanya. “Saya nggak bisa membayangkan kalau tanpa JKN, sudah berapa uang yang harus saya keluarkan untuk berobat,” terangnya.

Cedera engkel itu membuat Vita kesulitan berjalan. Dengan JKN, Vita ditanggung biaya terapinya. “Tinggal satu kali lagi saya terapi, sekitar 9 Februari nanti,” ucapnya.

Sejak mendapatkan penanganan tepat, kondisi kakinya semakin membaik. Ia sudah bisa berjalan normal. Ia pun menjadi lebih produktif dalam bekerja.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang dr Istikomah menyebutkan, pihaknya berkomitmen untuk selalu menyukseskan program JKN melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan yang mudah, cepat, setara, serta inklusif. Semangat ini memperkuat citra Kota Magelang sebagai kota jasa, salah satunya memberikan jasa pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat Kota Magelang, dan sekitarnya.

“Program JKN sangat bermanfaat untuk masyarakat, karena itu kita tingkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui JKN,” imbuhnya.

Dokter Istikomah menambahkan, khusus bagi warga Kota Magelang, pihaknya memiliki inovasi Layanan Integrasi Kepesertaan JKN (Link-JKN). Layanan ini meliputi layanan pendaftaran kepesertaan JKN PB Pemda, layanan gratis di puskesmas bagi KTP Kota Magelang, status kepesertaan langsung aktif, dan konsultasi kepesertaan JKN. Masyarakat bisa mengakses layanan informasi Link-JKN di 081398031101.

 “Semua warga yang ber-KTP Kota Magelang punya JKN, tidak ada kesulitan layanan kesehatan baik kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif,” tandasnya.

Ditegaskan Dokter Istikomah, arah pembangunan layanan kesehatan di Kota Magelang bersifat inklusif, terjangkau, merata, adil, tidak diskriminatif, dan semua kalangan masyarakat bisa mengaksesnya.

“Kami ada program Puskesmas Pagi-Sore, Home Care Pusling, RS Pro Rakyat, Hospital Tourism, RS Tanpa Dinding. Dan pembiayaan program ini juga didukung melalui JKN. Jadi nyambung antara UHC dengan program unggulan bidang kesehatan dan KTP-Ku,” pungkasnya.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin