JawaPos.com – Seiring bertambahnya usia, perubahan dalam pola pikir dan prioritas hidup seseorang sering kali berdampak pada hubungan sosial mereka. Perubahan ini sering kali terjadi tanpa disadari dan dipengaruhi oleh berbagai faktor emosional serta psikososial.
Dari sudut pandang psikologi, fenomena ini dapat dijelaskan melalui beberapa teori perkembangan kepribadian yang menyatakan bahwa seiring waktu, individu cenderung lebih selektif dalam memilih teman.
Orang-orang yang secara tidak sadar memutuskan pertemanan atau ‘cut off’ dengan teman-teman lama, biasanya memperlihatkan ciri-ciri kepribadian tertentu yang berkembang seiring bertambahnya usia.
Dilansir dari Personal Branding Blog, Senin (21/10), berikut adalah delapan ciri kepribadian yang sering terlihat pada individu yang cenderung melakukan cut off dalam pertemanan menurut pandangan psikologi.
1. Lebih Fokus pada Diri Sendiri
Menurut psikologi, fokus pada diri sendiri yang meningkat sering kali terjadi pada orang dewasa. Seiring dengan proses perkembangan diri dan pencarian jati diri yang lebih dalam, banyak orang mulai lebih memprioritaskan kebutuhan pribadi dibandingkan mempertahankan hubungan sosial yang dirasa tidak lagi sesuai dengan fase hidup mereka.
2. Menghargai Waktu Sendiri Lebih dari Sebelumnya
Banyak orang dewasa mulai merasa lebih nyaman menghabiskan waktu sendirian, yang menurut psikolog adalah tanda peningkatan kebutuhan akan ‘self-reflection’ dan peremajaan mental.
Mereka lebih memilih waktu sendiri untuk mengelola stres dan menjaga kesehatan mental dibandingkan interaksi sosial yang mungkin menguras energi.
3. Memprioritaskan Keluarga dan Pasangan daripada Teman
Dari perspektif psikososial, semakin tua seseorang, semakin penting keluarga dalam kehidupannya. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa hubungan keluarga dan hubungan dengan pasangan dianggap lebih stabil dan memberikan dukungan emosional yang lebih besar, sehingga teman-teman lama sering kali tergeser oleh prioritas baru ini.
4. Menghindari Drama dan Konflik
Salah satu ciri utama kepribadian orang dewasa adalah keengganan terhadap drama dan konflik dalam hubungan sosial.
Psikologi menunjukkan bahwa individu yang matang cenderung memiliki kontrol emosional yang lebih baik dan tidak tertarik terlibat dalam situasi yang penuh konflik.
Hal ini menyebabkan mereka lebih cepat memutuskan hubungan dengan teman-teman yang membawa beban emosional.
5. Tidak Takut dengan Kesendirian
Psikolog menyatakan bahwa rasa nyaman dengan kesendirian sering kali muncul sebagai bagian dari perkembangan emosional seseorang.
Individu yang tidak lagi takut akan kesendirian biasanya memiliki harga diri yang lebih baik dan kemampuan untuk menghadapi kehidupan secara mandiri, sehingga lebih mudah menerima perpisahan dari teman-teman lama.
6. Mengutamakan Kualitas daripada Kuantitas dalam Hubungan
Dalam teori psikologi sosial, semakin dewasa seseorang, semakin besar kecenderungannya untuk lebih memilih hubungan yang berkualitas.
Mereka tidak lagi mengejar banyak pertemanan, melainkan lebih fokus pada hubungan yang mendukung perkembangan emosional dan intelektual mereka. Hal ini menyebabkan pengurangan lingkaran sosial secara alami.
7. Menghargai Perbedaan Minat
Perkembangan kepribadian sering membawa perubahan dalam minat dan hobi. Psikologi menjelaskan bahwa orang dewasa mulai lebih menerima bahwa perbedaan minat antara mereka dan teman-teman lama adalah hal yang wajar, sehingga mereka tidak lagi merasa terikat untuk mempertahankan hubungan yang tidak lagi relevan.
8. Menyadari Bahwa Perubahan Adalah Bagian dari Kehidupan
Pemahaman bahwa perubahan adalah bagian tak terhindarkan dari kehidupan seringkali menjadi landasan bagi keputusan untuk melepaskan hubungan lama. Psikologi perkembangan menekankan bahwa menerima perubahan sebagai bagian dari proses kehidupan adalah tanda kematangan emosional.
Fenomena ‘cut off’ dalam pertemanan seiring bertambahnya usia tidak selalu disadari oleh individu yang mengalaminya. Pandangan psikologi menunjukkan bahwa perubahan ini adalah bagian alami dari perkembangan kepribadian dan kehidupan sosial seseorang.
Dengan memahami ciri-ciri ini, kita dapat melihat bahwa perubahan dalam hubungan sosial adalah sesuatu yang normal dan bisa menjadi tanda dari pertumbuhan kepribadian yang sehat.
***