JawaPos - Meski sudah dibuka awal bulan ini, namun sampai saat ini belum diketahui kepastian mengenai beroperasinya Bandara Dhoho secara resmi.
Meskipun begitu, banyak perusahaan transportasi darat yang telah mengajukan izin untuk beroperasi menuju bandara di wilayah Kediri barat.
Melansir dari Radar Kediri (JawaPos Grup) pada Selasa (6/2), diantaranya adalah Damri dan PO Harapan Jaya, yang telah memperoleh izin dari kelompok bus.
"Total akan ada empat jenis transportasi yang beroperasi di bandara," kata Kepala Bidang Pengembangan Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri Yudha Nur Ari.
Empat kendaraan ini termasuk bus, taksi, taksi online, dan rent car.
Damri akan melayani dua rute, yaitu Bandara Dhoho ke Terminal Pare dan Bandara Dhoho – Terminal Gayatri Tulungagung, dengan empat armada.
Sementara PO Harapan Jaya akan memiliki sepuluh armada dengan tiga rute perjalanan ke Terminal Pare, Terminal Gayatri, dan Terminal Anjuk Ladang Nganjuk.
Baca Juga: PO Damri Batal jadi Angkutan Khusus Bandara Dhoho Kediri, Tersisa 2 PO yang Masih Bertahan
Kedua perusahaan tersebut telah siap beroperasi dan melakukan uji coba,
“Mereka juga sudah melakukan simulasi. Dan semuanya berlangsung lancar,” kata Yudha.
PT Blue Bird Tbk, sebagai perusahaan taksi konvensional, juga mengajukan izin untuk beroperasi, meskipun perizinan mereka belum lengkap.
Mereka diberikan izin beroperasi sementara sambil melengkapi persyaratan perizinan.
“Karena itu memang permintaan langsung dari (PT) Angkasa Pura I,” ucap Yudha
Persyaratan yang harus dilengkapi blue bird yaitu seperti membuka, kantor di Kediri, kendaraan berplat AG Kediri, dan sopir harus dari warga Kabupaten Kediri.
Asperda juga telah mengajukan izin, bahkan sudah mengirimnya sejak lama. Namun, hingga kemarin, proses persetujuan masih berlangsung dan belum ada keputusan final.
Untuk transportasi online, beberapa perusahaan sudah mengirim surat ke AP 1, meskipun terkait izin hingga kemarin dishub belum menerima.
Baca Juga: Mulai Bulan Ini, DAMRI Rute Bandara Soetta dan Trans Jawa Hanya Terima Pembayaran Non Tunai
"Untuk yang transportasi online baru saja ada pembicaraan. Terkait detailnya kami belum tahu," sambungnya.
Di samping permasalahan izin, Yudha juga menyinggung mengenai tarif angkutan bandara. Akan tetapi, hal ini merupakan wewenang Dishub Provinsi Jawa Timur.
Berdasarkan informasi terakhir, tarif untuk kisaran batas atas dan bawah sudah ditetapkan dan akan segera diumumkan.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi memastikan bahwa taksi Bluebird akan beroperasi pada 1 Februari besok.
"Taksi Bluebird akan beroperasi pada 1 Februari besok," jelasnya.
Tidak hanya taksi Bluebird, pada 1 Februari, beberapa usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga akan beroperasi sebagai persiapan sebelum bandara benar-benar beroperasi.
***