JawaPos.com - Pemerintah Indonesia dan Tiongkok meluncurkan pusat pengembangan profesional berkelanjutan Chinese Society of Engineers (CSE) di Asia Tenggara.
Peluncuran tersebut merupakan kolaborasi antara CSE, Tsinghua University, dan sejumlah entitas Tiongkok, dengan dukungan dari China Association of Science and Technology (CAST) untuk memperkuat pertukaran teknologi di bidang teknik.
Dilansir dari Antara pada Minggu (26/11), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Ad Interim, Erick Thohir pada peluncuran yang dilakukan di Bali, Jumat (24/11), menyoroti pentingnya kerja sama tersebut.
Erick Thohir menegaskan bahwa kemitraan tersebut sangat dibutuhkan, khususnya dalam memajukan sektor teknik, pendidikan, dan pengembangan bakat di kawasan Asia Tenggara.
“Kolaborasi ini diharapkan memperkuat pertukaran pengetahuan dan teknologi di bidang teknik, mendukung visi Presiden Jokowi untuk pembangunan infrastruktur yang luas, dan menciptakan lapangan kerja bagi insinyur berbakat,” kata Erick Thohir di Jakarta, Minggu (26/11).
Erick Thohir mengatakan sebagai pemimpin teknik global, Tiongkok telah menjadi mitra utama Indonesia dalam sejumlah proyek infrastruktur yang inovatif.
Hal tersebut menjadi salah satu kunci dalam pembangunan Indonesia yang lebih maju.
Kemitraan yang dibangun bersama Tiongkok, tidak hanya bertujuan untuk mendukung pertukaran pengetahuan dan teknologi di bidang teknik, tetapi juga membuka pintu untuk kerjasama lebih lanjut di sektor energi terbarukan.
“Kemitraan ini dapat menjadi kunci untuk mencapai visi Indonesia sebagai pusat teknologi dan pembangunan berkelanjutan di Asia Tenggara. Harapannya, kolaborasi ini akan memperkuat hubungan antara insinyur lokal dan internasional, menciptakan peluang baru untuk pertumbuhan bersama yang berkelanjutan,” tuturnya.
Erick Thohir menambahkan bahwa kemitraan diarahkan agar bisa memberikan manfaat bersama antara Indonesia dan Tiongkok.
Kolaborasi tersebut akan berfokus pada peningkatan output bidang teknik Indonesia, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Komitmen tersebut sejalan dengan usaha pemerintah dalam mendukung pengembangan infrastruktur yang luas, serta menekankan kebutuhan akan kehadiran insinyur yang sangat terampil.
“Harapan tertuju pada Tsinghua Southeast Asia Center dan United in Diversity (UID) Foundation. Keduanya diharapkan akan menjadi pendorong dalam memajukan inisiatif pendidikan dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Erick Thohir.
“Mereka juga diharapkan dapat memainkan peran kunci dalam mendukung visi Indonesia untuk memperkuat rekayasa, inovasi teknologi, dan pembangunan berkelanjutan sesuai dengan strategi investasi nasional,” lanjutnya.
Erick Thohir pun mengajak dan menyerukan kepada semua peserta dan pemangku kepentingan untuk lebih aktif menjajaki kerja sama.
“Kelangsungan Pusat Pengembangan Berkelanjutan CSE ini akan membawa dampak positif yang besar pada perkembangan teknik dan teknologi di kawasan Asia Tenggara. Manfaat dari kemitraan ini tidak hanya akan dirasakan oleh Indonesia dan Tiongkok, melainkan juga akan memberikan kontribusi yang substansial untuk masa depan regional yang lebih luas,” pungkas Erick Thohir.