← Beranda

Indonesia Jadi Satu-Satunya Negara Ekonomi Raksasa Dunia yang Tidak Jalin Hubungan Diplomatik dengan Israel

Nisrina Fauziyah FahrudinSenin, 13 November 2023 | 03.51 WIB
Peta hubungan diplomatik Israel dengan negara-negara dunia / sumber: akun X @Greschinov

 

JawaPos.com – Indonesia sebagai poros maritim dunia telah diakui secara internasional, karena mencerminkan signifikansi wilayahnya dalam hal konektivitas dan kegiatan maritim global.

Keanekaragaman pulau Indonesia yang mencakup lebih dari 17 ribu pulau memberikan potensi besar untuk pengembangan pelabuhan dan jalur perdagangan laut strategis.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan RI pada Minggu (12/11), dibandingkan dengan negara G20 dan ASEAN lainnya, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia lebih besar daripada kenaikan utang.

Hal ini berbeda dengan mayoritas negara lain, dimana kenaikan utang justru melebihi pertumbuhan PDB mereka.

Indonesia terus menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan PDB di atas 5% selama enam kuartal berturut-turut dengan PDB tahun 2023 mencapai US$ 1,31 triliun.

Proyeksi ini menunjukkan bahwa di tahun 2050, Indonesia diharapkan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia.

Baca Juga: Soal Fatwa Haram Produk Pro Israel, LPPOM MUI: Produk Bersertifikat Halal Tetap Halal untuk Dikonsumsi

Alasan ini yang kemudian menjadikan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan niatnya untuk membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia sejak tahun 2018 lalu.

Israel menganggap Indonesia sebagai salah satu negara yang sangat penting, karena Indonesia adalah satu-satunya negara besar yang belum menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel.

Indonesia merupakan negara dengan perekonomian raksasa, berbeda dengan negara-negara lain yang juga tidak mendukung Israel, seperti Venezuela, Libya, Irak, dan Yaman.

Bahkan, Arab Saudi pun berada di bawah Indonesia dengan US$1.01 triliun nilai PDB negaranya.

Perlu dicatat bahwa selama ini hubungan antara Indonesia dan Israel bersifat bilateral, bukan diplomatik.

Hubungan bilateral mengacu pada interaksi antara dua pihak yang seringkali melibatkan aspek politik, budaya, dan ekonomi.

Sampai saat ini, salah satu alasan Indonesia enggan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, karena komitmen kuat terhadap nilai kemerdekaan yang menjadi dasar dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

Israel yang berlokasi di Timur Tengah didirikan melalui Resolusi 181 Majelis Umum PBB pada 29 November 1947 yang membagi wilayah Palestina menjadi dua.

Baca Juga: Industri Hiburan The Walt Disney Sumbangan Donasi Fantastis hingga Rp 31 Miliar untuk Israel

Kemerdekaan Israel dianggap sebagai bencana oleh masyarakat Palestina yang terusir dari wilayah yang telah mereka tempati.

Indonesia menanggapi situasi ini, mengutuk Israel atas pelanggaran nilai-nilai kemanusiaan dan penindasan terhadap rakyat Palestina.

Meskipun Indonesia dan Israel merdeka pada periode yang sama, Indonesia memilih untuk tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Tindakan Israel terhadap Palestina dapat dianggap sebagai penjajahan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan yang diakui oleh Pembukaan UUD 1945.

Oleh karena itu, apabila Indonesia kemudian membuka hubungan diplomatik dengan Israel, tentunya hal itu akan menjadi pencapain besar bagi Israel.

Walaupun tanpa hubungan diplomatic, dalam konteks perdagangan Indonesia setiap tahunnya telah mengimpor barang dari Israel dengan total nilai puluhan juta dolar.

Pada tahun 2022, total nilai impor Indonesia dari Israel mencapai US$47,8 juta dan menunjukkan peningkatan sekitar 80% dibanding tahun sebelumnya.

 ***

EDITOR: Novia Tri Astuti