JawaPos.com - Pemerintah menargetkan penurunan stunting di Indonesia hingga 14 persen tahun 2024. Untuk mencapainya, anggaran sebesar Rp 30 triliun digelontorkan tahun 2023. Mayoritas dari anggaran itu disalurkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial.
"Dari Rp 30 triliun yanh diberikan kepada daerah itu yang untuk dalam bentuk uang langsung kepada masyarakat by name by addres melalui PKH Kemensos Rp 20 triliun," ungkap Kepala BKKBN Hasto Wardoyo kepada wartawan, Kamis (5/10).
Nantinya, uang yang digelontorkan tersebut, kata Hasto, dapat dimanfaatkan keluarga untuk membeli makanan cukup gizi agar anak terhindar dari stunting.
Selain itu, anggaran sebanyak kurang lebih Rp 7 triliun juga, katanya dialokasikan ke Kementerian Kesehatan untuk membayar BPJS Kesehatan. Kemudian ada juga anggaran Rp 1,2 trilium yang dialokasikan ke Puskesmas.
"Yang Rp 1,2 Triliun dikirim ke puskesmas by name by address, puskesmas seluruh indonesia kecuali di 125 kab/kota," ucapnya.
Adapun sisa anggaran dari alokasi itu, Hasto mengatakan dibagikan kepada karyawan BKKBN yang terlibat dalam penanganan percepatan stunting.
"Contoh BKKBN dapat Rp 800 M dipakai untuk gaji tim pendamping keluarga sama satgas di lapangan, mayoritas untuk itu peruntungannya," pungkasnya.