JawaPos.com - Bacapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Syamsul 'Ulum di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (20/9) kemarin. Dalam kesempatan itu, ia disambut cucu Pimpinan Ponpes Syamsul 'Ulum Hj. Neni Fauziah.
Neni menyampaikan pesan pada Anies yang hendak berkontestasi sebagai calon presiden pada 2024 mendatang agar memberi perhatian pada pendidikan, utamanya di pesantren-pesantren.
“Kita titipkan pada Pak Anies harapan dan cita-cita, terutama pendidikan di pesantren lebih baik, ada keikhlasan, adakan perubahan. Ciptakan tanda perdamaian,” ucapnya di hadapan Anies.
Perempuan yang akrab disapa Ummi Neni itu bercerita bahwa dahulu Bung Karno sempat mengadakan perundingan dengan Alm KH. Ahmad Sanusi, pahlawan nasional Sukabumi. Saat itu, Bung Karno belum jadi presiden.
“Hari ini Pak Anies berkumpul juga di rumah ini, sebelum ia jadi presiden,” ungkapnya.
“Semoga rahmat Allah diturunkan hari ini untuk mengantarkan keinginan kita semua menjadikan Pak Anies sebagai presiden yang akan datang,” imbuhnya.
Mendengar hal itu, Anies mengucapkan terima kasih pada keluarga besar Ponpes Syamsul ‘Ulum sudah berkenan menerima kehadirannya.
“Kami ucapkan terima kasih pada keluarga besar karena sudah berkenan menerima silaturahmi ini,” katanya.
Pertemuan ini, kata Mantan Gubernur DKI Jakarta itu, adalah upaya menyambung ikatan silaturahmi antar orang tua. Sebab, ia mengatakan bahwa kakek Anies dan Ummi Neni merupakan pejuang saat melawan kolonialisme dulu.
“Kakek-kakek kita menggulung kolonialisme. Kini tanggung jawab kita anak-anaknya meneruskan perjuangan dengan menggelar keadilan dan kesejahteraan,” pungkas Anies.
Setelah silaturahmi, Anies menyempatkan waktu untuk ziarah ke makam KH Ahmad Sanusi di area pesantren.