← Beranda

Biasa Jadi Tempat Sampah, Bantargebang Kini Jadi Hunian Terpadu

Muhammad SyadriSenin, 15 Mei 2017 | 19.31 WIB
Maket perumahan Bantargebang yang dikelola Vida Bekasi

JawaPos.com - Siapa tak mengenal nama Bantargebang? Sebuah kecamatan di Kota Bekasi, Jawa Barat yang biasa menjadi lokasi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) terutama dari wilayah Jakarta

Namun kini, siapa sangka kawasan ini diubah menjadi hunian terpadu. Di tangan Vida Bekasi, Bantargebang kini memiliki kawasan hunian terpadu seluas 130 hektar di Jalan Raya Narogong Bekasi.

Dengan konsep sustainable living serta menggandeng masyarakat, lingkungan sekitar, serta komunitas, hunian ini bergerak bersama untuk mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik. Vida Bekasi mengedukasi seluruh warga untuk mengelola lingkungan khususnya sampah. Sehingga warga di sana diwajibkan mengolah sampah rumah tangga dari rumah dan seminimal mungkin tidak membawa sampah ke luar dari lingkungan perumahan. Ada pula sistem komposting untuk digunakan sebagai pupuk ternak. Sedikitnya 70 persen sampah sudaj diolah di lingkungan tersebut.

"Kami membangun ini awalnya kesal karena Bekasi selalu dibully sebagai kota yang beda sendiri. Karena itu coba lihat sekarang di Bantargebang, siapa sangka ini di Bekasi. Tahun ini kami kampanye #bahagiadiBekasi dan tahun depan kami kampanye #yakininiBantargebang?," tukas Direktur Vida Bekasi, Edward Kusuma, Minggu sore (15/5).

Di kawasan itu juga tersedia kedai kopi yang unik dan biasa digunakan sebagai lokasi pemotretan prapernikahan di Bekasi. Edward mengklaim kedai kopi itu sudah mulai dikenal dan menjadi ikon di Bantargebang, Bekasi.

"Enggak ada yang menyangka Bantargebang kayak begini. Mau jual rumah saja dulu saat bilang lokasinya di Bantargebang, orang takut semua. Samoai sering malu bilang positioningnya antara Kemang Pratama dan Kota Wisata. Setelah berjalan, enggak ada yang ngomongin ini Bantargebang," tegas Edward.

Lokasi perumahan ini memang masih 4-5 kilometer jaraknya dari TPST Bantargebang. Namun pemerintah setempat menjadikam kawasan ini sebagai percontohan pengolahan sampah. Di dalam hunian, terdapat pula kebutuhan pendidikan yakni sekolah Binus Bekasi School Bekasi dengan areal 30 ribu meter persegi. Vida Bekasi juha sedang mengembangkan cluster ramah lingkungan yang setiap rumahnya akan disediakan lahan untuk berkebun dan bercocok tanam.

"Kami boleh bangga, sekelas Binus saja ada di Bantargebang. Jadi ini yang ingin kami bangun yaitu Quality of Life," tandas Edward. (cr1/JPG)

EDITOR: Muhammad Syadri