← Beranda

Netflix Pastikan Film Warner Bros Tetap Hadir di Layar Lebar Dunia

Risma Azzah FatinSelasa, 9 Desember 2025 | 17.37 WIB
Netflix mengakuisisi Warner Bros (Global News)

JawaPos.com – Netflix menegaskan akan tetap merilis film-film Warner Bros. di bioskop setelah akuisisi senilai 1.380 triliun rupiah.

Dilansir dari laman Variery pada Selasa (9/12), Ted Sarandos yang merupakan CEO Netflix menyatakan bahwa perusahaan tidak menolak format penayangan teater.

Sarandos juga menambahkan bahwa Netflix justru berharap dapat mempertahankan sistem rilis bioskop yang telah berjalan lama di Warner Bros.

Baca Juga: Analis Top Sebut Langkah Rp 1.199 Triliun Netflix Mengakuisisi Warner Bros Berakar pada Persaingan Teknologi dengan Google

Sarandos menjelaskan bahwa Netflix hanya menolak masa tayang eksklusif yang terlalu panjang karena dianggap tidak ramah konsumen. Meski begitu, ia memastikan siklus hidup film Warner Bros. yang dimulai dari bioskop akan terus didukung.

Netflix juga berkomitmen menjaga operasional Warner Bros. tetap seperti sebelumnya termasuk model distribusi layar lebar.

Meskipun Netflix selama ini lebih berfokus pada rilis streaming, beberapa film mereka juga mendapatkan jendela eksklusif di bioskop. Film-film tersebut biasanya merupakan proyek penghargaan yang memberikan nilai artistik tinggi bagi perusahaan.

Baca Juga: Akuisisi Kepemilikan Warner Bros ke Netflix Hadirkan 5 Dampak Positif dan Negatif yang Akan Ubah Dunia Perfilman

Netflix berpendapat bahwa kehadiran film di bioskop tetap memberi manfaat penting bagi pencapaian kreatif.

Dalam proses akuisisi, Netflix telah menyampaikan kepada para eksekutif Warner Bros. Discovery bahwa mereka akan menghormati seluruh perjanjian rilis teater yang berlaku.

Pernyataan publik Netflix juga menegaskan komitmen untuk membangun kekuatan Warner Bros., termasuk mempertahankan rilis bioskop. Mereka berharap langkah ini memperkuat hubungan dengan konsumen dan meningkatkan kehadiran film di berbagai platform.

Di sisi lain, para pemilik bioskop merespons akuisisi tersebut dengan skeptis karena rekam jejak Netflix yang sering meremehkan bisnis teater.

Organisasi Cinema United menilai akuisisi itu dapat menimbulkan ancaman besar bagi industri pameran film global. Mereka mendesak regulator untuk meninjau secara serius dampak akuisisi terhadap konsumen maupun industri hiburan.

Meskipun menghadapi kritik, Netflix menegaskan bahwa tujuannya adalah memberi akses film yang lebih cepat dan ramah konsumen. Mereka percaya jendela tayang akan berevolusi untuk mengakomodasi kebiasaan menonton masa kini.

Netflix menekankan bahwa fokus utama tetap memberikan film terbaik kepada para pelanggan tanpa menghapus kesempatan menikmati bioskop.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho