← Beranda

Sinopsis Seri JDrama '119: Emergency Call' (2025): Mengintip Kehidupan Para Operator Nomor Darurat

Alberta Dionny NatanuelMinggu, 19 Oktober 2025 | 12.15 WIB
Poster horizontal seri drama televisi 119: Emergency Call (Dok. Asianwiki)

JawaPos.com - Semua negara memiliki nomor darurat yang dapat dihubungi oleh penduduknya apabila membutuhkan bantuan dari polisi, pemadam kebakaran atau bantuan medis. Ada beberapa negara yang memusatkan semua bantuannya pada satu nomor darurat, ada yang memisah-misahkannya sesuai dengan kebutuhan mereka. 

Para operator atau penerima telepon darurat akan menjadi orang pertama yang bertugas untuk membantu sang penelepon. Mereka harus memiliki keahlian komunikasi dan empati yang baik untuk melaksanakan tugas ini. 

Sebagai warga biasa, kita tidak akan tahu seberapa sering orang-orang membutuhkan bantuan dan bagaimana bantuan yang dibutuhkan sampai dengan tepat. 

Sebaliknya, para operator juga tidak dapat melihat langsung penelepon sehingga hanya dapat mengandalkan pendengaran mereka untuk memberikan bantuan yang tepat. 

Nomor darurat di Jepang adalah '119', siapa pun yang sedang berada di sana dapat menghubunginya. Mereka juga dapat membantu penelepon asing. 

Seperti yang dapat kita saksikan di seri drama '119: Emergency Call', atau dengan bahasa aslinya '199 Emajenshi Koru' yang dirilis pada Januari 2025 yang lalu. 

Yuki Kasuhara (Nana Seino) baru-baru ini bergabung menjadi operator panggilan darurat pemadam kebakaran dan bantuan medis di Kota Yokohama. Padahal ia sebelumnya berkarir di sebuah bank dengan baik. 

Ia terinspirasi untuk bekerja di tempat ini karena kejadian yang ia alami saat kecil. Rumahnya mengalami kebakaran ringan saat ia hanya sendirian dengan kakaknya. 

Saat ia yang masih kecil tersebut menelpon nomor darurat, ia mendapatkan bantuan dengan baik dan dapat dimengerti olehnya. Berkat bantuan itu, ia masih hidup hingga sekarang. 

Namun, semangat yang Yuki miliki berbeda dari motivasi bekerja para rekannya. Contohnya seniornya, Mutsuo Kaneshita (Koji Seto) memutuskan untuk mengundurkan diri dari tim pemadam kebakaran karena trauma yang ia alami. Dan rekannya, Sara Niijima (Ai Mikami) sebenarnya memiliki minat besar dengan bahasa asing. 

Tapi, keceriaan Yuki ini perlahan-lahan menghangatkan hubungan antara para rekannya hingga mereka rutin mengunjungi restoran bersama setelah bekerja. 

Atasannya, Kazuha Takachiho (Yuri Nakamura), segera menyadari kemampuan spesial Yuki yang sangat sebagai operator. 

Yuki dapat berkonsentrasi dan memfokuskan pendengarannya dengan baik untuk membantu peneleponnya. Sampai-sampai ia bisa mendapatkan informasi-informasi mendetail dari suara-suara di sekitar penelepon, bukan dari penjelasan penelepon. 

Selain itu, di hari-hari liburnya, Yuki menyempatkan untuk mengunjungi lokasi-lokasi TKP para peneleponnya. Dari situ ia dapat mereka ulang situasi dan mengevaluasi dirinya agar dapat lebih baik membantu peneleponnya. 

Sebagai operator nomor darurat yang dapat diakses oleh siapa pun, tidak jarang pula Yuki dan rekan-rekannya mendapatkan serangkaian telepon iseng. Namun, mereka sebagai operator tidak dapat menolak telepon, sehingga mereka harus pintar-pintar merencanakan cara agar penelepon mau menutup panggilan. 

Melalui seri drama ini, kita dapat mengira-ngira kehidupan para operator di balik panggil telepon ini. Seperti bagaimana mereka bekerja, bagaimana mereka pulih dari satu panggil ke panggilan lain, serta bagaimana mereka menanggapi panggilan pada saat genting. 

Di saat yang sama, kita juga diingatkan bahwa para personel ini juga manusia yang memiliki banyak kelemahan. Namun mereka harus menyembunyikannya demi menolong orang-orang yang lebih membutuhkannya. 

Seri drama ini dapat ditonton oleh semua umur karena adanya unsur edukasi yang dapat mengajarkan anak-anak mengenai bantuan darurat. Sebagai orang awam, kita juga diajak untuk berterima kasih kepada para personnel di tim pemadam kebakaran dan ambulans. 

Drama ini mendapatkan sor 7.5/10 di MyDramaList dan 87 di AsianWiki. 

EDITOR: Candra Mega Sari