← Beranda
Review Film Heads of State Ungkap Kekacauan Politik Global lewat Aksi Presiden dan Perdana Menteri
Risma Azzah FatinJumat, 4 Juli 2025 | 01.09 WIB
Idris Elba, John Cena dan Priyanka Chopra Jonas dalam film Head of State. (IMDb)

JawaPos.com – Heads of State, film terbaru karya sutradara Ilya Naishuller (Nobody), menghadirkan perpaduan aksi, komedi, dan ketegangan politik, yang dibintangi oleh dua aktor besar, yakni Idris Elba dan John Cena.

Dalam film berdurasi dua jam ini, keduanya berperan sebagai Perdana Menteri Inggris dan Presiden Amerika Serikat yang saling berselisih, namun terpaksa bekerja sama setelah pesawat mereka, Air Force One, ditembak jatuh.

Dilansir dari laman The Guardian pada Kamis (3/7), film ini tayang perdana melalui layanan streaming Amazon MGM, bukan di bioskop seperti kebanyakan film laga besar lainnya.

Cerita bermula ketika konferensi pers bersama antara dua kepala negara menjadi kacau dan mempermalukan mereka di hadapan publik.

Presiden Derringer, yang baru menjabat enam bulan, menuduh Perdana Menteri Clarke tidak memberikan dukungan selama kampanyenya.

Sebaliknya, Clarke yang telah menjabat selama enam tahun menganggap presiden sebagai sosok sombong dan hanya meniru Schwarzenegger.

Ketegangan memuncak ketika keduanya terpaksa terlibat dalam krisis internasional terkait proyek energi NATO yang ternyata melibatkan konspirasi berbahaya.

Konflik utama bermula dari serangan rahasia yang dipimpin oleh Noel (Priyanka Chopra), agen MI6, terhadap pedagang senjata Viktor Gradov (Paddy Considine) di tengah festival Tomatina di Spanyol.

Operasi itu gagal dan ternyata memicu serangkaian peristiwa yang menyebabkan pesawat Air Force One ditembak jatuh.

Dua kepala negara yang selamat kemudian terdampar di hutan Belarusia, dan harus berjuang menyelamatkan diri sambil dikejar oleh duo pembunuh sadis, Sasha dan Olga, yang diperankan oleh Aleksandr Kuznetsov dan Katrina Durden.

Di tengah pelarian penuh aksi, Heads of State juga menyuguhkan interaksi jenaka antar karakter. Chemistry antara Cena dan Elba menciptakan dinamika "pasangan aneh" yang menghibur, sementara Chopra menambahkan daya tarik lewat aksi dan ketegasan khasnya.

Pemeran pendukung seperti Richard Coyle, Sarah Niles, Stephen Root, dan Jack Quaid turut memperkuat elemen komedi dan ketegangan dalam film ini. Jack Quaid bahkan mendapatkan adegan pascakredit karena penampilannya yang berlebihan namun menghibur.

Skenario film ini ditulis oleh tim Josh Appelbaum dan André Nemec (Ghost Protocol) bersama Harrison Query.

Gaya penyutradaraan Naishuller memberikan ruang untuk adegan aksi intens sekaligus menyelipkan kalimat-kalimat lucu dan permainan visual ala Edgar Wright.

Meskipun beberapa karakter menghilang selama paruh cerita, narasi tetap dinamis dengan montase cerdas yang menghidupkan kembali subplot mereka.

Selain itu, meski mengandung kritik terhadap politik global dan operasi NATO, Heads of State tetap hadir sebagai film musim panas yang ringan, konyol, namun menyenangkan.

Dengan akhir cerita yang terbuka, film ini berpotensi menghasilkan sekuel di masa mendatang. Namun, melihat kualitas produksinya, peluncuran perdananya di bioskop mungkin akan lebih pantas dan memberi pengakuan yang lebih luas atas penampilan para bintang utamanya. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah