← Beranda

Pokemon Horizons Siap Timeskip, Sesuatu yang Dilarang Terjadi pada Ash Ketchum

Dhimas GinanjarJumat, 21 Maret 2025 | 19.13 WIB
Pokemon Horizons. (Zerochan)

 

 

JawaPos.comPokémon Horizons, seri terbaru dari waralaba Pokémon, akan melangkah ke arah yang tak pernah ditempuh sebelumnya: timeskip alias lompatan waktu.

Setelah 90 episode bersama Liko dan Roy, anime ini siap memperlihatkan karakter utamanya tumbuh dewasa—baik secara fisik maupun emosional.

Langkah ini menciptakan momen bersejarah dalam dunia Pokémon, karena selama lebih dari dua dekade, protagonis legendaris Ash Ketchum tak pernah diberi kesempatan yang sama.

Selama 25 musim, usia Ash tidak pernah berubah dari 10 tahun. Dunia tempat ia hidup pun disebut berada dalam “musim panas abadi”—sebuah metafora naratif yang secara eksplisit menjaga status quo dan membekukan waktu.

Dilansir dari Screenrant, keputusan untuk tidak menua-kan Ash bukan tanpa alasan. Salah satu tokoh kunci di baliknya adalah Kunihiko Yuyama, sutradara lama anime Pokémon.

Dalam dokumen internal yang bocor tahun lalu—dikenal sebagai Teraleak—terungkap bahwa Yuyama sangat menolak ide menua-kan Ash.

Menurut Yuyama, Ash adalah “petualang abadi” yang bukan ditakdirkan untuk “mencapai sesuatu,” melainkan untuk terus mengejar petualangan tanpa akhir.

Bahkan kemenangan Ash di Liga Alola pun sempat ia tolak. Visi ini jelas membentuk karakter Ash sebagai simbol kekal masa kecil, tempat semua petualangan dan mimpi tetap hidup selamanya.

Namun semua berubah sejak Yuyama mengundurkan diri dari peran kreatif utama. Inilah yang membuka jalan bagi Pokémon Horizons—yang sejak awal dirancang berbeda.

Berbeda dengan era Ash, Pokémon Horizons memang dibuat untuk menunjukkan pertumbuhan nyata karakter. Produsernya ingin menciptakan protagonis yang bisa “berkembang secara mental dan fisik selama tiga tahun,” sebagaimana tertulis dalam dokumen internal.

Dengan timeskip yang akan datang, Liko dan Roy akhirnya bisa menunjukkan transformasi fisik—bukan hanya perkembangan emosional yang sudah mulai terlihat sejak episode-episode awal.

Hilangnya sosok mentor seperti Friede juga mendorong dua protagonis muda ini untuk mulai bertindak sendiri, membuat keputusan besar, dan menghadapi dunia dengan cara baru.

Langkah ini menunjukkan bahwa Pokémon Horizons benar-benar ingin membuka babak baru dalam narasi Pokémon, yang lebih matang dan bebas dari beban masa lalu.

Tidak semua penggemar menyangka bahwa Pokémon akhirnya akan berani melanggar “aturan suci” tentang waktu yang tak bergerak.

Namun secara keseluruhan, reaksi penggemar terhadap timeskip ini sangat positif. Banyak yang berharap perubahan ini membuka pintu untuk cerita yang lebih dewasa dan berani, walaupun tetap berada dalam koridor tontonan untuk segala usia.

Desain karakter yang lebih tua pun langsung viral di media sosial, memperlihatkan Liko dan Roy yang lebih dewasa berdiri di samping Pokémon legendaris seperti Mega Lucario.

Meskipun belum jelas seberapa drastis perubahan yang akan terjadi, banyak yang optimis ini akan membawa nuansa baru dalam serial Pokémon.

Pokémon Horizons tampaknya bukan sekadar ganti karakter. Ini adalah titik balik besar dari format lama menuju kisah baru yang memungkinkan karakter untuk benar-benar tumbuh dan berubah.

Apakah ini berarti Pokémon akan mulai menghadirkan cerita yang lebih dalam dan emosional seperti Attack on Titan atau Naruto? Mungkin belum sejauh itu. Namun satu hal jelas: serial ini akhirnya berani mengambil risiko yang sebelumnya tabu selama lebih dari dua dekade.

Dan bagi para penggemar lama yang tumbuh bersama Ash, melihat generasi baru protagonis Pokémon tumbuh bersama penontonnya—akhirnya terasa seperti momen yang sudah lama ditunggu-tunggu.

EDITOR: Dhimas Ginanjar