← Beranda

7 Film Indonesia yang Tayang di Netflix pada April 2024, Apa Saja?

Nicholas Timothy SutejaRabu, 3 April 2024 | 14.29 WIB
Akting Chicco Kurniawan dan Ardhito Pramono di film 13 Bom di Jakarta.

JawaPos.com - Bersantai di rumah sambil menonton film-film yang tayang di Netflix memang menyenangkan. Menonton film tidak hanya membuat terhibur, tetapi juga memperkaya referensi, sekaligus membuat kita melupakan sejenak rutinitas sehari-hari.

Setelah menghadirkan film Budi Pekerti dan Jatuh Cinta pada Maret, Netflix kembali merilis sejumlah film Indonesia pada April. Apa saja filmnya? Berikut daftarnya:

1. Panggonan Wingit (3 April)

Panggonan Wingit menceritakan Raina (Luna Maya) dan adiknya Fey (Bianca Hello) yang pindah dari Jakarta ke Semarang untuk mengelola warisan sang ayah, Hotel Ambar Mangun. Hotel itu sebelumnya dikelola oleh kakek dan nenek mereka.

Peristiwa tak terduga pun terjadi. Di sebuah kamar tak bernomor di lantai tiga, seorang tamu hotel ditemukan tewas dikuliti. Raina berusaha mencari tahu dan masuk ke kamar itu. Akibat tindakannya itu, Raina pun menghadapi konsekuensi mengerikan yang mengancam nyawanya.

Di sisi lain, Ardo (Christian Sugiono), mantan kekasih Raina yang merupakan seorang jurnalis, berusaha menguak misteri dan teka-teki itu. Raina, Ardo, dan Fey pun mencari cara agar bisa selamat dari ancaman kematian.

2. 172 Days (4 April)

Film 172 Days menceritakan Zira (Yasmin Napper), seorang perempuan muda dengan masa lalu yang kelam. Karena salah pergaulan, ia menjadi jauh dari agama.

Suatu hari, Zira melukai dirinya sendiri yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit. Keadaan Zira membuat Ummi (Cindy Fatika Sari) dan kakaknya (Adhitya Putri) sedih. Zira pun sadar dengan keadaannya lalu memutuskan untuk hijrah.

Saat datang ke pengajian, Zira bertemu seorang ustaz muda bernama Ameer (Bryan Domani). Benih-benih cinta pun muncul di antara mereka. Ameer kemudian mengajak Zira taaruf, melamarnya, dan mereka pun menikah. Namun, pernikahan itu tak berlangsung lama karena sebuah masalah yang serius. Apa masalahnya?

3. Rumah Masa Depan (18 April)

Film yang diadaptasi dari serial tahun 80-an ini menceritakan Sukri (Fedi Nuril) yang mengajak istrinya, Surti (Laura Basuki), dan kedua anaknya untuk liburan. Namun, rencana itu harus batal karena ayah Sukri meninggal. Mereka pun segera pulang ke rumah orang tua Sukri di Sumedang, Jawa Barat.

Setibanya di Sumedang, Bu Kokom (Widyawati) yang merupakan ibu Sukri tak menyambut baik menantu dan kedua cucunya. Saat urusan di Sumedang selesai dan sedang dalam perjalanan pulang ke Jakarta, Sukri mendapat kabar bahwa ibunya sedang diperiksa pihak kepolisian.

Sukri pun putar balik dan memutuskan untuk menemani sang ibu sampai kasusnya selesai. Di kondisi itu, Sukri juga harus menjadi penengah antara istri dan ibunya yang tidak akur.

4. Pamali (18 April)

Pamali menceritakan Jaka Sunarya (Marthino Lio) bersama istrinya, Rika (Putri Ayudya), yang terpaksa mudik untuk menjual rumah warisan orang tua Jaka. Selama tinggal sementara di rumah yang akan dijual itu, Rika melakukan hal-hal tabu/pamali yang diyakini bisa mendatangkan tulah.

Benar saja, berbagai hal aneh mulai terjadi di rumah itu, suara-suara aneh pun muncul dan teror semakin menjadi-jadi. Fakta-fakta baru mengenai keluarga Jaka yang misterius pun mulai terkuak.

5. Pamali: Dusun Pocong (18 April)

Pamali: Dusun Pocong merupakan sekuel dari film Pamali, namun karakter utama di film ini berbeda dengan prekuelnya. Film ini menceritakan tiga petugas medis bernama Mila (Yasamin Jasem), Gendis (Dea Panendra), dan Puput (Arla Ailani). Mereka ditugaskan ke sebuah desa terpencil untuk mengobati wabah penyakit misterius yang melanda desa tersebut.

Di desa itu, mereka bersama dua orang penggali kubur melakukan hal-hal yang dianggap pamali. Akibatnya, banyak pocong yang bangkit kembali dan satu persatu dari mereka pun terbunuh.

6. Siksa Neraka (25 April)

Film ini menceritakan empat bersaudara; Saleh (Rizky Fachrel), Fajar (Kiesha Alvaro), Azizah (Nayla Purnama), dan Tyas (Safira Ratu). Suatu hari, Saleh dan Fajar yang kuliah di luar kota pulang untuk mengunjungi orang tua dan kedua adiknya.

Di kampung, saat hendak pergi ke desa seberang, Saleh dan tiga saudaranya terseret arus sungai dan menghilang. Saleh kemudian terbangun dan menyadari dirinya telah berada di alam lain, yakni neraka.

Saleh dan yang lainnya terpisah, mereka saling mencari satu sama lain sambil menghadapi siksaan neraka yang kian berat akibat dosa-dosa yang selama ini mereka sembunyikan.

7. 13 Bom di Jakarta (30 April)

Film action ini menceritakan Arok (Rio Dewanto) yang menyiapkan rencana balas dendam terhadap pemerintah. Arok menganggap sistem bobrok yang dibangun dan dijalankan pemerintah menjadi penyebab ia kehilangan istri dan anaknya.

Arok bersama timnya pun telah menyebar 13 bom di sudut-sudut Kota Jakarta. Kepada pemerintah, Arok meminta tebusan berupa 100 bitcoin yang harus ditransfer melalui platform Indodax. Keinginan Arok pun membuat pendiri Indodax, Oscar (Chicco Kurniawan) dan William (Ardhito Pramono), terseret dalam kasus ini.

Oscar dan William mengaku bahwa mereka sama sekali tak terlibat dalam jaringan teroris Arok. Situasi pun semakin pelik setelah munculnya dugaan bahwa ada penyusup di badan kontraterorisme pemerintahan. Akankah Arok berhasil?

EDITOR: Edy Pramana