JawaPos.com - Ajang penghargaan Golden Disc Awards ke-38 yang diadakan di Jakarta, Sabtu (6/1) berjalan dengan lancar.
Namun di tengah pelaksanaan yang berjalan baik tersebut, tersisa kisah perilaku kasar dari fans Korea Selatan yang datang dalam acara itu.
Beberapa fans Korea Selatan yang merupakan pemilik situs penggemar atau fansite idol K-pop tertentu itu melakukan tindakan yang membahayakan penonton dan pihak keamanan.
Hal tersebut disebabkan karena pihak keamanan menegur mereka yang melanggar ketentuan untuk tidak membawa kamera profesional.
Akun media sosial X @zidmn mengunggah video yang menunjukkan kerusuhan yang ditimbulkan oleh fans Korea Selatan di tengah penonton.
Sementara video dari akun X @littlejaesix menampilkan beberapa fans Korea Selatan dan Tiongkok yang berteriak pada pihak keamanan saat dikeluarkan dari venue acara Golden Disc Awards (GDA).
Salah satu warganet sempat mengaku bahwa dia hampir dipukul oleh salah seorang fans asal Korea Selatan.
Selain itu, 3 orang fans tersebut juga dikabarkan akan menonjok seorang ibu di tengah penonton, namun akun tersebut sudah tidak aktif ketika berita ini ditulis.
Beberapa fans K-pop Indonesia berhasil menemukan beberapa akun media sosial para penggemar asal Korea Selatan dan Tiongkok tersebut dan menuntut permintaan maaf mereka.
Salah satunya adalah fans Korea Selatan dengan akun @Lizz_1121 yang meminta maaf dalam bahasa Indonesia atas tindakannya yang menimbulkan keributan.
“Saya minta maaf telah menyinggung dan mengganggu acara tersebut, terutama bagi masyarakat Indonesia yang hadir di acara GDA kemarin. Aku akan memastikan hal ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Dilansir JawaPos.com dari Koreaboo, tindakan kasar yang viral itu sudah terdengar oleh warga Korea Selatan dan dibahas di beberapa komunitas online.
Masyarakat Korea Selatan pun mengkritik perilaku tersebut, dan bahkan mengklaim bahwa beberapa orang fans laki-laki itu juga pernah menimbulkan masalah di negara mereka sendiri.
“Mereka adalah orang-orang yang tidak mau mendengarkan staf dan pihak keamanan dan akan melakukan kekerasan karena merasa lebih besar dan lebih kuat,” tulis salah satu anggota komunitas online.
“Saya harap mereka dituntut sebelum mereka bisa kembali ke Korea Selatan,” ujar anggota yang lain.
Tidak sedikit fans K-pop Indonesia yang mengungkapkan kekesalan mereka dan melaporkan kejadian tersebut ke Direktorat Jenderal Imigrasi agar dilakukan penyelidikan dan memasukkan para fans kasar tersebut ke daftar blacklist.