← Beranda

Pernah Dukung Palestina, Berikut Fakta Menarik tentang Coldplay

Ashadi CakhyadiRabu, 15 November 2023 | 20.35 WIB
Konser Coldplay. (Instagram/@coldplay)

 

 

 

JawaPos.com - Grup musik asal Inggris, Coldplay untuk pertama kalinya berkunjung dan tampil menghibur para penggemarnya di Indonesia.

Coldplay dijadwalkan menggelar konser pada Rabu (15/11) malam di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, untuk turnya “Music of The Spheres World Tour 2023”.

Dikutip dari ANTARA pada Rabu (15/11), berikut beberapa fakta menarik tentang band Coldplay yang mungkin belum pernah diketahui sebelumnya.

Pertama dibentuk

Coldplay merupakan sebuah band rock alternatif asal Inggris, yang dibentuk di London pada tahun 1997. Anggota dari band tersebut di antaranya, Chris Martin (vokal, gitar, piano), Guy Berryman (bass), Jonny Buckland (lead guitar) dan Will Champion (drum).

Para member saling bertemu pada bulan September 1996 di Ramsay Hall (aula tempat tinggal) di University College London.

Pernah memiliki lima personel

Legenda tenis asal Swiss Roger Federer dikabarkan pernah menjadi personel kelima dari Coldplay, memainkan perkusi.

Chris Martin sebagai vokalis pernah memperkenalkan Federer sebagai mantan anggota band dalam sebuah konser di Swiss.

"Pada tahun 1996 kami memiliki lima anggota, dengan anggota kelima memainkan perkusi. Dia bersama kami sekitar tiga bulan, dan kemudian dia berkata, 'Saya akan menjadi pemain tenis terhebat sepanjang masa'," kata Chris.

Mendukung Palestina

Coldplay telah menyatakan dukungannya untuk Palestina sejak lama. Dukungan pertama mereka terjadi pada tahun 2011 yang lalu.

Pada saat itu, Coldplay menuliskan di akun resmi Facebook mereka kepada pengikutnya untuk mendengarkan lagu berjudul “Freedom for Palestine”, sebuah lagu yang diinisiasi gerakan One World.

Kemudian terjadi pro kontra antara penggemar pro-Palestina dan pro-Israel atas unggahan tersebut, hingga akhirnya diblokir oleh pihak Facebook setelah banyak netizen melaporkannya sebagai konten “abusive”.

Lagu “Arabesque” merupakan hasil kolaborasi Coldplay dengan musisi asal Palestina bernama Le Trio Joubran.

Menolak jutaan dolar

Coldplay ternyata pernah menolak tawaran kerja sama bernilai jutaan dollar dari Gatorade, Diet Coke, dan Gap, yang masing-masing ingin menggunakan lagu "Yellow", "Trouble", dan "Don't Panic”.

Meskipun popularitas mereka sudah tidak diragukan lagi, band ini tetap protektif terhadap penggunaan musik mereka di media, dengan menolak “menjual” lagu mereka untuk dukungan produk.

Menjual lebih dari 100 juta album

Coldplay sudah berhasil menjual lebih dari 100 juta album di seluruh dunia. Mereka juga telah memenangkan 7 piala Grammy Awards sejak debutnya, "Parachutes," dirilis pada tahun 2000.

Penghasilan besar

Billboard menyebutkan bahwa Coldplay telah menerima lebih dari USD500 juta atau sekitar Rp7,7 triliun dalam berbagai tur. ‘A Head Full of Dreams Tour 2016’ dan ‘Music of the Spheres World Tour 2022’ menempati posisi 10 besar tur terlaris sepanjang masa versi Billboard.

Nilai tersebut belum termasuk tur mereka yang sedang berlangsung saat ini, ‘Music of The Spheres World Tour 2023’.

EDITOR: Kuswandi