JawaPos.com - Pembangunan Stadion Bersih Manusiawi Wibawa (BMW) sebagai markas Persija Jakarta mengalami kendala. Hal itu diakui Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Pria yang akrab disapa Ahok itu mengaku, kendalanya terkait dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 tahun 2011 tentang Pengelolaan Uang Daerah.
Dikatakan Ahok, pembangunan stadion di lahan Taman BMW belum dapat terealisasi lantaran tak dapat menggunakan APBD. Padahal, desain stadion serta lahannya sudah siap. Tinggal membangun.
"Masalahnya duit. Kalau kita bangun APBD saya tidak boleh melewati tahun jamak masa jabatan saya. Makanya dua hal ini nyangkut, Lapangan BMW sama Rumah Sakit Sumber Waras," ujarnya di markas Partai Solidaritas Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/11).
Eks Bupati Belitung Timur itu tidak dapat menjelaskan rincian anggaran untuk membangun stadion. Sehingga akhirnya, untuk sementara dana difokuskan kepada pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF).
"Saya enggak tahu (berapa total dana pembangunan), sudah ada hitungannya semua. Tadinya kita sudah tugaskan Jakpro, tapi Jakpro-kan uangnya juga belum jalan. Makanya kita fokuskan ke ITF," terang dia.
Makanya, salah satu solusi alternatif, mantan Anggota Komisi II DPR itu berniat menggunakan kewajiban pengembang reklamasi sebagai ganti dana APBD membangun stadion.
"Kita kan mau bangun kan kalau enggak ada masalah Pulau Reklamasi kita sudah bangun Lapangan BMW jadi markasnya Persija. Desain sudah selesai semua, desainnya kaya kopiahnya DKI udah siap semua. Itu tinggal bangun," tandasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan Pasal 54 A ayat 6 Pemendagri Nomor 21 tahun 2011 mengatakan, jangka waktu penganggaran kegiatan tahun jamak sebagai dimaksud pada ayat (3) tidak melampaui akhir tahun masa jabatan Kepala Daerah berakhir. Dengan demikian pembangunan infrastruktur bergantung pada masa jabatan seorang kepala daerah. (uya/JPG)