← Beranda

Ketika Hallyu Mengguncang Dunia Mode, Bagaimana K-Pop Menjadi Kekuatan Baru Fashion Global?

Agusvita DwiatilaSabtu, 8 November 2025 | 18.44 WIB
Seorang artis Korea menghadiri pameran Gucci Garden Archetypes di Seoul. (Instagram @zdkllin)

JawaPos.com - Demam budaya Korea atau Hallyu kini tidak hanya soal musik K-Pop dan drama romantis, tetapi juga sudah merambah ke dunia fashion internasional. Fenomena ini perlahan menggeser dominasi mode Barat dan membawa sorotan dunia ke arah Asia Timur.

Menurut laporan TFR News, para artis Korea kini menjadi tamu istimewa di barisan depan ajang bergengsi seperti Paris Fashion Week dan Milan Fashion Week. Mereka membawa gaya khas Korea yang segar dan penuh karakter, yang kemudian memengaruhi tren busana global.

Perpaduan antara K-Pop dan fashion menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda di seluruh dunia. Gaya berpakaian para idol seperti BTS, BLACKPINK, dan NewJeans kini menjadi inspirasi gaya sehari-hari, mulai dari busana, kosmetik, hingga aksesori yang disebut bergaya “K-Style”.

Dalam laporan Fashion & Textile Business Excellence Cooperative (FTBEC), budaya pop Korea disebut sebagai kekuatan besar yang membentuk citra nasional Korea Selatan. Pemerintah dan pelaku industri kreatif pun memanfaatkan fenomena Hallyu ini sebagai strategi diplomasi budaya atau soft power, termasuk lewat industri fashion.

Baca Juga: Fashion Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi: Gubernur hingga Menteri Dukung Jakarta Fashion Week 2026

 

FTBEC juga menilai bahwa K-fashion telah membantu memperkenalkan identitas Korea ke pasar global, sekaligus memperkuat posisi negara tersebut di kancah mode dunia.

Penelitian dari University of Leeds menjelaskan bahwa platform belanja online Korea seperti Musinsa dan Zigzag punya peran penting dalam memperluas pengaruh K-fashion ke berbagai negara. Inovasi digital dan strategi pemasaran yang menonjolkan unsur budaya Korea membuat produk-produk ini diminati di Amerika, Eropa, hingga Asia Tenggara.

Meski begitu, tren mode Korea juga tak lepas dari kritik. Salah satunya soal standar kecantikan yang terlalu sempit dan minimnya variasi ukuran pakaian yang bisa menyesuaikan beragam bentuk tubuh di dunia.

Namun, pesona gaya minimalis dan netral gender yang menjadi ciri khas K-fashion tetap membuatnya mudah dikenali dan disukai lintas budaya.

Baca Juga: Ciptakan Ribuan Inspirasi Gaya Rambut di Jakarta Fashion Week 2026

Dalam jurnal Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, peneliti Oshima Vicky Arriyuka dan Gonda Yumitro menulis bahwa antusiasme penggemar K-Pop juga berpengaruh besar pada pertumbuhan industri mode dan kecantikan Korea. Bagi generasi muda, pakaian kini bukan sekadar kebutuhan, tetapi juga cara mengekspresikan diri dan menunjukkan identitas.

Kolaborasi antara artis K-Pop dan brand mewah dunia menjadi bukti nyata besarnya pengaruh Hallyu di dunia fashion. Contohnya, BLACKPINK yang menjadi duta untuk merek ternama seperti Chanel, Dior, dan Celine. Kolaborasi ini tak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga memperkuat citra Korea sebagai pusat gaya modern dan elegan.

Generasi muda Korea, yang dikenal sebagai Generasi MZ, juga punya peran besar dalam mengangkat produk lokal ke panggung dunia. Mereka bangga dengan identitas negaranya dan aktif mempromosikan merek-merek Korea di media sosial. Berkat dukungan mereka, brand seperti Gentle Monster dan ADER Error kini terkenal hingga New York dan London.

Meski demikian, para ahli mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek keberlanjutan (sustainability) dalam industri mode Korea. Pertumbuhan K-fashion yang pesat harus diimbangi dengan tanggung jawab terhadap lingkungan, etika produksi, dan keberagaman tubuh.

Secara keseluruhan, pengaruh Hallyu di dunia fashion global membuktikan bahwa budaya pop bisa menjadi kekuatan ekonomi kreatif dan alat diplomasi yang kuat. Seperti disampaikan FTBEC, K-fashion bukan hanya tren sesaat, tetapi juga bentuk ekspresi budaya yang menantang dominasi Barat di dunia mode.

Dengan kreativitas, inovasi digital, dan daya tarik globalnya, Korea Selatan kini berdiri sejajarl bahkan di beberapa hal, memimpin arah baru industri fashion dunia. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah