← Beranda

7 Frasa yang Sering Digunakan oleh Seseorang Tak Pernah Dihargai Namun Tetap Bersikap Dewasa untuk Menjawab

Wahyu Eka PutraSabtu, 4 Oktober 2025 | 01.52 WIB
Ilustrasi frasa yang sering digunakan oleh seseorang selalu bersikap dewasa. (Freepik)

JawaPos.com - Frasa sering digunakan sebagai mantra ajaib untuk berbagai hal dalam kehidupan, mungkin juga bisa menolak sesuatu.

Frase-frase ini tidak akan langsung mengubah setiap orang yang sombong menjadi manusia yang penuh sopan. 

Sebab beberapa orang berkomitmen untuk menjadi orang menyebalkan, dan batasan apapun tak akan mengubah hal itu.

Namun begitulah frasa ini mengambil peran, frasa-frasa ini akan mengubah perasaan Anda dalam situasi seperti ini. 

Dibanding merasa tak dihargai, Anda akan merasa memegang kendali, mengulang percakapan, dan berharap Anda mengatakan sesuatu yang berbeda.

Anda akan merasa bahwa Anda telah menangani segala sesuatunya dengan bermartabat.

Dilansir dari Geediting, berikut ini adalah 7 frasa yang sering digunakan dari seseorang yang tak pernah dihargai namun tetap bersikap dewasa. Simak penjelasannya!

1. Saya Akan Fokus

Hal ini adalah yang paling jelas, rasanya seperti menekan tombol jeda pada ketidaksopanan seseorang sebelum benar-benar terungkap.

Frasa ini begitu efektif karena lugasnya. Anda tidak meminta izin, Anda tidak meminta maaf, dan Anda mengendalikan arah percakapan. 

Frasa ini sangat efektif terutama ketika seseorang hendak mengatakan sesuatu yang tidak pantas atau ketika mereka mulai menyerang secara pribadi.

2. Aku Lebih dari Aku

Ketika seseorang menyarankan sesuatu yang tidak masuk akal atau mencoba melanggar batasan Anda, frasa ini adalah sahabat Anda. 

Tidak perlu penjelasan panjang lebar. Tidak perlu pembenaran. Coba bayangkan, yang bisa dijawab seseorang? 

Kuncinya di sini adalah menahan diri untuk tidak menjelaskan secara berlebihan. Saat Anda mulai membenarkan mengapa sesuatu tidak berhasil bagi Anda, Anda sedang mengundang negosiasi dan debat.

3. Mari Kita Jaga Profesionalitas Ini

Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana beberapa orang berpikir bahwa bersikap santai berarti mereka bisa bersikap tidak pantas? 

Frasa ini adalah tombol reset yang sempurna untuk situasi tersebut. Ini sangat berguna di lingkungan kerja di mana seseorang salah mengartikan keramahan sebagai izin untuk melanggar batasan profesional. 

Mungkin mereka melontarkan lelucon yang tidak pantas, terlalu personal, atau membiarkan emosi mereka mengendalikan percakapan.

4. Aku Menghargai Waktuku

Orang yang suka membuang-buang waktu itu orang yang sangat tidak sopan. Mereka datang terlambat, meracau, dan memperlakukan jadwal Anda seolah-olah sangat fleksibel.

Frasa ini mengecam perilaku tersebut tanpa menyerang orang tersebut. Anda menyatakan kebutuhan, bukan menuduh. 

Namun, pesannya jelas ialah perilaku mereka tidak sopan, dan perlu diubah.

Saya pernah menyebutkan sebelumnya bahwa batasan itu tentang apa yang Anda butuhkan, bukan kesalahan orang lain. 

Frasa ini dengan sempurna menggambarkan prinsip itu. Anda tidak mengatakan Anda selalu terlambat atau Anda sangat tidak teratur. Anda hanya menyatakan apa yang Anda butuhkan.

5. Semua Orang Gak Harus Setuju

Tidak semua rintangan sepadan dengan pengorbanan. Terkadang, hal paling percaya diri yang bisa Anda lakukan adalah mengakui perbedaan pendapat dan melanjutkan hidup.

Frasa ini brilian untuk argumen melingkar yang tak berujung. Anda pasti tahu yang seperti itu ketika seseorang mencoba meyakinkan Anda bahwa pengalaman hidup Anda salah, atau bahwa keahlian profesional Anda tidak penting karena mereka pernah membaca sebuah artikel.

Kalau tidak salah ingat, saya mendapatkan ini dari membaca Crucial Conversations karya Kerry Patterson. 

Buku itu membahas bagaimana sepakat untuk tidak setuju bukanlah kelemahan itu seringkali merupakan jalan paling produktif untuk maju.

Yang membuat frasa ini kuat adalah bagian dan itu tidak apa-apa. Anda tidak hanya menutup percakapan, Anda menormalkan perbedaan pendapat. 

Anda mengatakan bahwa mungkin saja dua orang bisa melihat sesuatu secara berbeda tanpa ada yang menjadi penjahat.

6. Saya Harus Memikirkannya

Terkadang rasa tidak hormat datang dengan menyamar sebagai tekanan. Seseorang menginginkan jawaban sekarang. 

Mereka memaksamu untuk berkomitmen pada sesuatu sebelum kamu siap. Mereka menggunakan urgensi sebagai senjata.

Frasa ini adalah pintu keluarmu. Frasa ini tidak mengikat tanpa terkesan plin-plan. Frasa ini adalah batasan tanpa menjadi tembok.

Keindahan frasa ini adalah memberi Anda waktu untuk merespons dengan bijaksana, alih-alih reaktif. Dan bagaimana jika seseorang tidak bisa menghargai kebutuhan Anda untuk berpikir matang? 

7. Obrolan Ini Harus Selesai

Terkadang, kita butuh opsi terakhir. Ketika seseorang tak mau berhenti, tak mau mendengarkan, tak mau menghormati batasan yang telah Anda tetapkan.

Kunci agar frasa ini berhasil adalah menindaklanjutinya. Setelah Anda mengucapkannya, percakapan harus benar-benar berakhir. 

Anda pergi, menutup telepon, atau berhenti membalas pesan. Jika tidak, Anda mengajarkan orang lain bahwa batasan Anda bisa dinegosiasikan.

EDITOR: Novia Tri Astuti