JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa kesulitan untuk tetap fokus saat ngobrol dengan seseorang?
Pikiranmu yang melayang, mata yang sering menatap layar, atau rasa ingin cepat menyela, di mana semua itu menandakan bahwa kamu mudah terdistraksi dalam percakapan.
Menurut psikologi, kemampuan fokus dalam percakapan bukan hanya soal kemauan, tetapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari, kondisi fisik, dan cara otak bekerja.
Orang yang sulit mempertahankan fokus dan perhatian biasanya menunjukkan pola perilaku tertentu yang membuat fokusnya cepat terpecah.
Dilansir dari laman Global English Editing pada Jumat (3/10), berikut merupakan 7 perilaku yang dimiliki oleh orang yang mudah terdistraksi dan kehilangan fokus dalam percakapan, menurut psikologi.
1. Terlalu sering pindah-pindah kegiatan
Orang-orang yang mudah terdistraksi dan sulit fokus lebih dari 20 menit biasanya terbiasa berpindah-pindah antara berbagai hal dalam waktu singkat, misalnya membalas chat, memeriksa email, melihat kalender, atau scrolling media sosial.
Kebiasaan ini melatih otak untuk selalu mencari hal baru setiap beberapa detik, sehingga saat duduk menghadapi percakapan panjang dengan orang lain, mereka merasa gelisah atau mudah terdistraksi.
Psikolog menyebut efek ini sebagai attention residue, yaitu sisa perhatian yang tetap menempel pada aktivitas sebelumnya sehingga fokus pada percakapan saat itu tidak maksimal.
2. Merasa topik tidak penting
Kadang, orang sulit fokus karena topik percakapan tidak relevan dengan nilai, kebutuhan, atau rasa ingin tahu mereka. Otak kemudian menurunkan tingkat perhatian dan mulai mencari cara untuk keluar dari percakapan.
Untuk mengatasinya, cobalah untuk mencari keterkaitannya dengan hal-hal yang kamu sukai. Relevansi menjadi sesuatu yang sangat penting, karena tanpa itu, fokusmu akan cepat hilang.
3. Terbiasa dengan stimulasi singkat (scrolling atau reels)
Orang yang sering menggunakan media sosial atau menonton video pendek ceederung terbiasa menerima rangsangan cepat dan mendapatkan kepuasan instan dari hal baru setiap beberapa detik.
Percakapan panjang cenderung berbeda karena membutuhkan kesabaran, ritme, nuansa, dan perkembangan yang lebih lambat.
Sistem saraf mereka yang terbiasa dengan hal-hal yang cepat, cenderung akan merasa bosan atau tidak sabar ketika dihadapkan pada percakapan yang lebih panjang.
4. Terlalu banyak hal diingat sekaligus
Memori kerja adalah tempat untuk menyimpan informasi sementara dalam otak.
Jika terlalu banyak hal yang harus diingat, seperti nama, tanggal, atau detail yang harus diingat sekaligus, otak bisa bingung dan kehilangan alur percakapan.
Dengan begitu, cobalah untuk meringkas informasi secara berkala atau tulis maksimal tiga poin penting. Saat ngobrol, meminta izin mencatat kata kunci juga membantu agar lawan bicara merasa diperhatikan.
Baca Juga: 8 Tanda Kamu Punya Firasat Tajam, yang Bisa Merasakan Kabar Buruk Bahkan Sebelum Itu Terjadi
5. Mereka menganggap mendengar itu hal yang pasif, bukan aktif
Mendengar pasif berarti hanya duduk menunggu giliran berbicara, sedangkan mendengar aktif cenderung melibatkan kontak mata, meringkas, menanyakan, dan memberi tanda verbal untuk membantu lawan bicara menyusun pikirannya.
Orang yang sulit fokus biasanya belum terbiasa, sehingga percakapan akan kehilangan fokus dan terasa membosankan.
6. Tubuh tidak cukup istirahat atau minum
Fokus otak sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik. Kurang tidur, jarang terkena cahaya pagi, dehidrasi, atau gula darah yang tidak stabil membuat sistem perhatian bekerja kurang optimal.
Saat percakapan mencapai sekitar 20 menit, orang dengan kondisi ini sering kali akan mulai melamun, mudah kesal, atau terdorong untuk menyela hanya agar merasa “melakukan sesuatu.”
Cara paling sederhana untuk mengatasinya adalah dengan memperhatikan kebutuhan dasar tubuh, yakni cukup tidur, terpapar cahaya pagi untuk menstabilkan ritme sirkadian, minum air mineral sebelum kopi, dan mengonsumsi makanan yang mengandung protein atau serat agar energi lebih stabil.
Sebelum duduk untuk percakapan penting, melakukan peregangan ringan akan membantu tubuh dan pikiran untuk lebih siap dalam menerima informasi.
Baca Juga: 7 Tanda Fake Friend yang Wajib Kamu Waspadai agar Tidak Salah Menaruh Kepercayaan pada Teman Palsu
7. Cemas saat ngobrol dengan orang lain
Beberapa orang terlihat mudah terdistraksi, padahal sebenarnya mereka hanya sedang fokus pada diri sendiri.
Kecemasan sosial menyebabkan mereka memikirkan apakah mereka terlihat menarik, apakah gerakan tangan mereka tepat, atau apakah mereka akan mengatakan sesuatu yang salah.
Hal ini biasanya akan terjadi pada menit ke-15 sampai ke-20 saat percakapan menjadi lebih mendalam.
Cara efektif untuk mengatasi hal ini adalah dengan menangkap beberapa hal menarik yang bisa ditanyakan lebih lanjut. Dengan cara ini, kamu akan tetap terlihat fokus dalam percakapan.